Dokter Ungkap Waktu Minum Obat Hipertensi yang Tepat Saat Ramadan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cek tekanan darah. shutterstock.com

    Ilustrasi cek tekanan darah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, Ramadan adalah momen yang menguji kebijaksanaan. Seperti kita ketahui, berpuasa bisa menurunkan tekanan darah karena asupan lemak dan kolesterol berkurang.

    Namun bukan berarti setelah berbuka Anda bebas mengkonsumsi makanan tinggi lemak.

    “Karena tekanan darah menurun, bukan berarti Anda boleh kalap makan gorengan atau daging. Kalap saat berbuka akan menaikkan kolesterol dan tekanan darah. Tetaplah menggunakan acuan makanan bergizi seimbang, kurangi minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh, serta tetap membatasi asupan garam,” kata ahli gizi dari MRCCC Siloam Hospital Jakarta, Dr dr Samuel Oetoro, MS, SpGK.

    Penderita hipertensi wajib minum obat. Samuel menyarankan minum obat hipertensi pada malam hari setelah berbuka puasa. Alasannya, setelah berbuka, tekanan darah cenderung naik jika asupan makanan tidak dijaga.

    “Karena itu, pasien disarankan minum obat setelah berbuka sebagai tindak pencegahan apabila tekanan darah mendadak melonjak. Ini untuk menghindari kemungkinan terburuk kena stroke ketika pasien sedang tidur,” tutur Samuel.

    AURA

    Artikel lain:
    Agar Puasa Lebih Asyik, Lakukan 4 Hal Ini saat Ramadan
    4 Makanan Penangkal Sakit Saat Puasa Ramadan
    4 Jenis Sayur yang Wajib Dikonsumsi Saat Puasa Ramadan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.