Rabu, 17 Oktober 2018

Jangan Sahur dengan Makanan yang Digoreng, Ini Kata Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ayam goreng (Junk food). TEMPO/Charisma Adristy

    Ilustrasi ayam goreng (Junk food). TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada sahur pertama, biasanya orang-orang belum terbiasa bangun sebelum subuh sehingga lebih banyak memilih menyiapkan makanan yang mudah diolah, termasuk makanan yang digoreng. Namun makanan yang digoreng ternyata tidak disarankan untuk dikonsumsi saat sahur.

    Ahli gizi menyarankan agar konsumsi makanan gorengan dan kafein dihindari saat sahur karena bisa meningkatkan produksi asam lambung. Seperti telah kita ketahui, pemerintah telah menetapkan puasa dimulai pada Kamis, 17 Mei 2018.

    "Saat sahur, hindari makanan digoreng karena minyak memperlambat pengosongan lambung. Akibatnya, asam lambung naik," ujar Jovita Amelia, dokter spesialis gizi dari Rumah Sakit Pelni.

    Menurut dia, makanan yang digoreng juga memicu rasa panas di tenggorokan. Sementara itu, kafein serta minuman berkarbonasi juga bisa meningkatkan asam lambung.

    "Kafein mungkin bisa diminum setelah berbuka puasa saat perut sudah terisi. Tapi tidak dalam jumlah banyak," ucapnya.

    Sebagai gantinya, dia menyarankan menyantap makanan yang bisa menahan rasa lapar lebih lama, yakni karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, ubi, protein, dan lemak baik.

    Baca juga:
    4 Makanan Penangkal Sakit Saat Puasa Ramadan
    4 Makanan Khas Ramadan Ini Selalu Dicari Orang, Apa Saja Itu?
    Sebelum Tidur, Pilih Makanan Ini, Dijamin Lemak Terbakar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.