Kata Dokter, Puasa Justru Bisa Mengatasi Sakit Maag

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita sakit maag. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita sakit maag. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika masih ada yang khawatir menjalankan puasa dapat mengakibatkan sakit maag kambuh, sepertinya perlu mengubah persepsi tersebut karena secara medis, puasa bahkan bisa menyembuhkan penyakit maag.

    Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam, menjelaskan secara umum, penderita sebagian besar adalah sakit maag fungsional, yaitu mereka yang jika dilakukan evaluasi tidak ditemukan adanya kelainan.

    "Pasien dengan maag fungsional biasanya dengan berpuasa, keluhan sakit maagnya berkurang dan merasa lebih sehat pada saat berpuasa," katanya, Selasa, 15 Mei 2018.

    Hal ini, jelasnya, terjadi karena keluhan sakit maag timbul akibat ketidakteraturan makan serta konsumsi camilan, seperti makanan yang berlemak serta berasa asam dan pedas, sepanjang hari. Begitu juga mengonsumsi minuman bersoda, minum kopi, merokok, dan juga faktor-faktor lain, seperti stres.

    Baca juga:
    Hindari 5 Makanan Ini Saat Berbuka Puasa, Cek Alasannya
    Puasa, Kiat Sederhana Mengontrol Diabetes
    Tubuh Tetap Fit Saat Puasa, Perhatikan Asupan Nutrisi

    Selama berpuasa, mereka pasti akan makan lebih teratur karena hanya dua kali dengan waktu yang lebih kurang sama setiap hari, yaitu saat sahur dan berbuka.

    "Keteraturan inilah yang bisa membuat pasien dengan sakit maag tersebut bisa sembuh," tambahnya.

    Bukan hanya itu. Menurut Ari, dalam berpuasa masing-masing individu juga melakukan pengendalian diri yang menjadi faktor penting untuk tetap sehat. Jiwa yang sehat merupakan kunci agar hidup tetap sehat.

    Berbagai macam sakit fisik terjadi karena jiwa yang terganggu. Seperti pada penyakit psikosomatik, misalnya penderita maag yang cemas cenderung mengalami peningkatan asam lambung dan kemudian sakit maagnya kambuh.

    Penderita hipertensi akan naik tensinya jika mengalami gangguan emosi, penderita asma bisa kambuh bila dalam keadaan stres. Kondisi jantung berdebar-debar, tangan berkeringat, pegal-pegal di tengkuk juga bisa berhubungan dengan faktor psikis.

    "Dengan pengendalian diri selama berpuasa, faktor-faktor psikis yang bisa mengganggu fisik tersebut mudah-mudahan tidak akan muncul. Apalagi jika keteraturan yang telah terbina selama puasa juga tetap diteruskan setelah bulan Ramadan," papar Ari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.