Saatnya Keluarga Punya Rumah Pakai Material Antibom, Seperti Apa?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rumah dengan kanopi. Dezinde.com

    Ilustrasi rumah dengan kanopi. Dezinde.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Serangan bom melanda beberapa tempat umum dan kawasan permukiman di Indonesia baru-baru ini. Yang paling menggemparkan tentu bom Surabaya pada 13 dan 14 Mei 2018. Selain menimbulkan korban jiwa, serangan ini juga membuat struktur bangunan rusak karena daya ledak bom yang terbilang kuat.

    Jika tidak ingin bangunan rumah ikut rusak imbas ledakan bom, Anda bisa melengkapi hunian dengan material antibom atau lebih tepatnya material tahan gempuran. Pasalnya, daya ledak bom relatif dan tidak ada material yang benar-benar anti terhadap ledakan.

    Mengutip berbagai sumber, berikut ini beberapa material yang terbilang tahan gempuran.

    Baca juga:
    7 Manfaat Kulit Jeruk untuk Interior Rumah
    6 Bagian Rumah yang Tak Harus Sering-sering Dibersihkan
    5 Cara Menjaga Rumah Tetap Nyaman ala KonMari

    #Beton tahan ledakan
    Penelitian yang dilakukan Universitas Liverpool di Inggris telah mengembangkan beton jenis baru yang tahan ledakan. Bahan-bahannya terdiri atas kandungan semen yang lebih banyak, kandungan air yang lebih sedikit, dan tambahan pasir jenis silika. Namun kunci utama kekuatan beton ini terletak pada serat baja yang digunakan dalam campurannya. Kekuatan beton serat baja ini lebih kuat hingga 10 kali dari beton berisi potongan-potongan baja.

    #Kertas dinding antibom
    Semua orang menginginkan rumahnya aman dan nyaman. Namun kebanyakan rumah di dunia sangat mudah dihancurkan dengan bom. Sekarang tak perlu khawatir, sudah ada teknologi kertas dinding antibom untuk memastikan rumah aman dari ledakan.

    Material ini diciptakan Berry Plastics bekerja sama dengan US Army Corps of Engineers. Mereka menggunakan lapisan bernama X-Flex, yang khusus dirancang untuk melindungi struktur dinding bagian depan rumah dari ledakan bahan kimia, bencana alam, dan ledakan bom.

    #Kaca tahan gempuran
    Material ini lebih-kurang mirip dengan kaca tahan peluru, hanya lebih tebal sehingga bisa tahan terhadap gempuran bom. Namun kaca tahan gempuran yang lebih tipis kini tengah dikembangkan Direktorat Sains dan Teknologi dari Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat. Tujuannya agar kaca tersebut bisa lebih mudah digunakan pada bangunan dan mobil.

    Selain kaca, pelapis kaca tahan gempuran juga bisa jadi pilihan, seperti Armorcoat dari Solar Gard. Ini merupakan kaca film atau pelapis kaca berteknologi tinggi. Produk ini diklaim bisa menahan serpihan kaca agar tidak berhamburan ketika mendapat getaran hebat, seperti getaran akibat ledakan bom.

    Produsen kaca film tersebut mengaku telah menguji produknya di Meksiko. Produk itu diuji di sebuah gurun pasir yang terdapat dua ruangan berkaca. Kaca pada ruangan pertama merupakan kaca biasa, sementara yang kedua dilapisi Armorcoat.

    Kemudian sebuah bom diledakkan di antara dua ruangan tersebut. Hasilnya, kaca pada ruangan pertama hancur dan serpihannya beterbangan. Sedangkan kaca pada ruangan kedua tetap hancur, tapi pecahannya tidak berhamburan. Semuanya tertahan kaca film.

    #Kain tahan ledakan
    Zetix adalah kain yang dapat mengusir energi dari ledakan bom. Penggunaan kain ini cocok sebagai pelindung tubuh yang diaplikasikan menjadi pakaian. Struktur kainnya dapat menyerap dan menyebarkan energi, sama seperti prinsip auxetics, bahan elastis yang memiliki sifat mekanik untuk menyerap energi.

    HOME


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.