Minggu, 19 Agustus 2018

Anak Mulai Puasa Ramadan, Perhatikan Asupan Nutrisinya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi berbuka puasa.  NOAH SEELAM/AFP/Getty Images

    Ilustrasi berbuka puasa. NOAH SEELAM/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa orang tua mendorong anak-anaknya berpuasa sejak usia dini. Hal ini untuk membiasakan mereka dengan ritual puasa Ramadan. Bagi anak-anak, puasa adalah hal yang baru. Mereka perlu terbiasa dengan rasa disiplin yang dibutuhkan saat puasa. Karena itu, sangat penting mengajari mereka cara yang benar untuk melakukannya.

    Puasa tidak selalu mudah pada anak kecil karena mereka lebih aktif dan membutuhkan lebih banyak energi serta cairan. Orang tua dapat mempertimbangkan pada umur berapa seorang anak harus berpuasa dan berapa lama mereka berpuasa. Mengutip laman Gulf News, orang tua sebaiknya menilai kemampuan anak untuk berpuasa berdasarkan kesehatan, tingkat aktivitas, toleransi terhadap kelaparan, dan frekuensi makan mereka.

    Artikel lainnya:
    Kiat Membuat Anak Semangat Menyambut Ramadan, Harus Kreatif
    Kiat Lula Kamal Tetap Fit kala Puasa Ramadan

    Anak-anak di bawah sepuluh tahun dapat dibiasakan berpuasa sampai tengah hari kemudian waktu puasa ditingkatkan menjadi lebih lama sepanjang bulan Ramadan. Orang tua disarankan memantau asupan anak puasa secara detail untuk memastikan asupan kalori dan cairannya terpenuhi.

    Selain itu, anak-anak sebaiknya tidak melakukan olahraga yang intensitasnya tinggi saat bulan Ramadan dan minum banyak cairan setelah berbuka puasa agar tetap terhidrasi. Makan sahur menjadi bagian penting bagi anak-anak yang mulai berpuasa. Saat sahur, anak-anak dapat mengkonsumsi makanan kaya serat, seperti sereal gandum, buah, sayuran, serta sumber protein yang baik, seperti daging tanpa lemak, telur, dan produk susu, agar kenyang lebih lama. Usahakan agar mereka menghindari makanan bergula tinggi dan terlalu asin.

    Baca juga: Puasa, Kiat Sederhana Mengontrol Diabetes

    Satu kesalahan yang banyak dilakukan orang tua adalah memaksa anak-anak makan berlebihan saat sahur atau saat buka puasa. Padahal hal tersebut hanya akan menyebabkan gangguan pencernaan, kembung, dan ketidaknyamanan. Sebaiknya, saat berbuka puasa, bagi waktu menjadi dua kali makan agar mereka tidak makan berlebihan. Hindari juga makanan berkabornasi, pedas, dan goreng-gorengan. Pastikan kebutuhan kalori mereka setelah berbuka puasa tetap tercukupi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Fakta Pembukaan Asian Games 2018

    Pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler menuai pujian dari warganet. Ini fakta-faktanya.