Jumat, 25 Mei 2018

Najeela Shihab Berikan Kiat Bicara dengan Anak Tentang Terorisme

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak menonton televisi. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak menonton televisi. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Serangan teroris dan ledakan bom terjadi di Surabaya Jawa Timur pada 13 Mei 2018. Media cetak dan elektronik pun sarat dengan berita bom Surabaya dan bom Sidoarjo.

    Tak jarang, anak-anak yang menyaksikan berita-berita tersebut bertanya kepada orang tuanya. Lantas bagaimana cara orang tua menjelaskan situasi tersebut pada anak-anak?

    Artikel lainnya:
    Bom Surabaya, Kiat Menghilangkan Trauma Psikis pada Anak
    Paska Bom Surabaya, Ini Dampak Terorisme pada Anak

    Aktivis pendidikan yang juga kakak dari Najwa Shihab, Najeela Shihab melalui akun Facebook miliknya memberikan tips untuk orang tua menjelaskan tentang terorisme, kekerasan dan situasi darurat pada anak-anak, seperti berikut.

    Dok. tabloidbintang.com
    Dok. tabloidbintang.com

     

    Baca juga: Bom Surabaya, Apa Jawaban bila Anak Bertanya Soal Teroris?

    Berbicara dengan anak tentang terorisme, kekerasan dan situasi darurat.

    1. Pilih suasana dan waktu yang tepat,

    2. Tanyakan perasaan anak dan cari tahu seberapa banyak informasi yang diketahui anak tentang teror/kekerasan. Ajukan pertanyaan, seperti: 'Dengar berita hari ini? Apakah tadi heboh dibicarakan?',

    3. Tiap anak memiliki tingkat kecemasan yang berbeda dan cara mengekspresikan emosi yang unik. Ajak anak untuk mengenali dan mengidentifikasi emosinya,

    4. Orangtua/guru harus menunjukkan sikap tenang dan tidak menularkan kekhawatiran yang berlebihan. Hindari menyalahkan dan memperkuat prasangka yang salah terhadap kelompok tertentu,

    5. Apabila anak berbagi fakta, opini, atau spekulasi tertentu, ajukan pertanyaan mengenai kredibilitas informasi, seperti: 'Sudah dicek kembali ke website resmi? Apa manfaatnya kalau gambar ini disebar?'. Jadilah teladan bagi anak tentang literasi media dan informasi dengan selalu kritis mengecek kebenarannya,

    6. Ajarkan anak untuk tahu bereaksi dalam situasi darurat, misalnya bersikap tenang, tahu tanda/lambang keamanan, seperti pintu darurat, hafal nomor telepon orang tua, tahu cara mengungkapkan kecemasan kepada orang dewasa, memahami dan dapat mengikuti instruksi, serta menghindari kerumunan,

    Dok. tabloidbintang.comDok. tabloidbintang.com

     

    7. Ajarkan anak untuk sensitif dan responsif pada lingkungan sekitar, misalnya siapa yang butuh bantuan. Ajari dengan pertanyaan, 'Apa yang bisa kamu lakukan kalau…?' atau 'Bagaimana kita bisa membantu mereka, ya?', dan

    8. Diskusikan kejadian sehari-hari maupun berita populer di media massa sesuai usia anak sebagai bagian dari rutinitas keluarga. Hal ini mengajarkan anak mengenai nilai sosial di masyarakat.

    AURA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018

    Persatuan Bulu Tangkis Indonesia mengumumkan tim Indonesia yang akan berlaga di Piala Thomas dan Uber, digelar di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.