Gastronomi, Ayo Wariskan Lezatnya Jajan Pasar ke Generasi Muda

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Kiri ke kanan) Chef Ragil Imam Wibowo, Direktur Tempo Gabriel Sugrahetty, dan praktisi kuliner dari Rempah Kita, Lily Setiadinata di acara T-Gastronomi Cookong Class and Afternoon Tea: Kelas Spesial Jajan Pasar di Gedung Tempo Jakarta, Jumat 11 Mei 2018. TEMPO | Rini K

    (Kiri ke kanan) Chef Ragil Imam Wibowo, Direktur Tempo Gabriel Sugrahetty, dan praktisi kuliner dari Rempah Kita, Lily Setiadinata di acara T-Gastronomi Cookong Class and Afternoon Tea: Kelas Spesial Jajan Pasar di Gedung Tempo Jakarta, Jumat 11 Mei 2018. TEMPO | Rini K

    TEMPO.CO, Jakarta - Gastronomi berasal dari bahasa Yunani. Gastro berarti perut, dan nomi bermakna ilmu. Jika dibaca secara harfiah, pengertian gastronomi adalah ilmu tentang perut. Chef Ragil Imam Wibowo mengatakan makna gastronomi tidak seperti pengertian harfiahnya.

    "Gastronomi adalah ilmu yang mempelajari tentang perut, tapi lebih ke makanan," kata Chef Ragil yang menjadi Asian Cuisine Chef of The Year 2018 di acara Cookong Class and Afternoon Tea: Kelas Spesial Jajan Pasar di Gedung Tempo Jakarta, Jumat 11 Mei 2018. Koki yang sudah 27 tahun bergelut di dunia kuliner ini mengatakan salah satu bagian dari gastronomi yang penting untuk diketahui banyak orang adalah jajan pasar.

    Chef Ragil menceritakan ketika anaknya mendeskripsikan sebuah makanan jajan pasar yang dia konsumsi saat acara di sekolah. "Cara mendeskripsikannya lucu," ucap pemilik restoran Nusa Indonesian Gastronomy ini. Putranya, menurut Chef Ragil, mengatakan telah memakan makanan seperti kroket, yang isinya pedas dan agak kenyal di luar. "Ooo, itu kamu makan combro," kata Chef Ragil kepada anaknya saat itu.

    Menurut dia, orang tua memegang peranan penting untuk mengenalkan jajan pasar kepada anak agar mereka terbiasa dengan makanan nusantara. Pengalaman serupa juga disampaikan oleh praktisi kuliner dari Rempah Kita, Lily Setiadinata. Menurut dia, anak zaman sekarang kurang familiar dengan jajan pasar karena orang tua modern takut memberikan.

    Pilihan jajanan pasar di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Rabu, 14 Februari 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    "Ada orang tua membawakan anaknya kue klepon dan talam misalnya, tapi dibawakan donat juga," ucap Lily. Orang tua yang seperti itu, menurut dia, menunjukkan sikap tidak percaya diri pada kekayaan dan kelezatan kuliner di negeri sendiri.

    Salah satu cara untuk mengenalkan jajan pasar kepada anak adalah dengan mengajak mereka membuatnya bersama. "Ibu-ibu yang punya anak, cucu, keponakan, coba ajak mereka membuat klepon. Pasti seru karena ada yang membuat kue klepon dengan bulatan yang besar, ada juga yang kecil," kata dia.

    Selain itu, mengenalkan anak pada kekayaan jajan pasar bisa dimulai dari jajan pasar yang rasanya gurih, baru ke manis. Orang tua juga bisa memodifikasi jajan pasar agar sesuai dengan selera anak-anak. Chef Ragil mencontohkan, adonan kue klepon bisa diubah dengan membuatnya dari cokelat putih dengan isian keju meleleh atau isian lain sesuai selera.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.