Jaga Asupan Air Saat Berpuasa Ramadan dengan 5 Buah Ini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi memakan buah-buahan. Shutterstock.com

    Ilustrasi memakan buah-buahan. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyambut bulan suci Ramadan, kita perlu mempersiapkan segalanya. Jangan sampai dehidrasi menghambat ibadah.

    Dilansir dari Science Alert, air merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Terdapat 50-70 persen cairan dari berat badan kita dan sangat krusial bagi sebagian besar fungsi tubuh.

    Kekurangan cairan dalam tubuh akibat dehidrasi, penyakit, olahraga, atau cuaca panas dapat membuat kondisi tubuh buruk. Pertama, kita merasa haus dan lelah, lalu dapat berkembang menjadi sakit kepala ringan. Akibatnya, kita akan menjadi mudah marah serta terjadi penurunan terhadap mental dan fisik.

    Dilansir dari situs health.com, menurut aturan lama, kita seharusnya minum delapan gelas air per hari, bahkan beberapa ahli merekomendasikan lebih banyak lagi. Namun pada dasarnya kita tidak harus mengkonsumsi air dalam bentuk minuman. Sekitar 20 persen dari asupan H2O harian berasal dari makanan padat, terutama buah-buahan dan sayuran.

    Dilansir dari situs the national, Dr Wafa Ayesha, direktur klinik nutrisi di Dubai Health Authority, Uni Emirat Arab, mengatakan seseorang yang berpuasa harus minum setidaknya 8-10 gelas air antara waktu berbuka dan sahur.

    “Itu adalah hitungan minimal bagi ginjal untuk melakukan fungsi pentingnya dalam mengeluarkan produk limbah dari darah dan mengatur tingkat cairan tubuh," katanya.

    Jadi, selama bisa menjaga 50-70 persen cairan dalam tubuh, tentu kita tetap bisa melaksanakan puasa tanpa harus dehidrasi.

    Berikut ini beberapa buah-buahan yang dapat dikonsumsi saat sahur ataupun berbuka puasa dengan kadar cairan yang berbeda-beda. Jadi tidak perlu khawatir bakal merasa kembung demi menghindari dehidrasi.

    1. Semangka
    Semangka merupakan buah yang memiliki kadar air sampai 91,5 persen. Selain itu, semangka merupakan sumber likopen terkaya, yakni zat antioksidan pencegah kanker yang ditemukan dalam buah dan sayuran merah.

    Ilustrasi buah semangka. shutterstock.com

    2. Belimbing
    Belimbing merupakan salah satu buah tropis dari varietas manis, memiliki tekstur berair mirip dengan nanas, dan memiliki kadar air 91,4 persen. Selain itu, belimbing kaya antioksidan, terutama epikantesin, senyawa pada jantung sehat yang juga dapat ditemukan dalam anggur merah, cokelat hitam, dan teh hijau.

    belimbing dewa si buah kontes varietas persilangan

    3. Stroberi
    Semua buah beri baik untuk hidrasi, tapi stroberi merah adalah yang terbaik dari kelompoknya. Stroberi memiliki kadar air 91 persen, sementara beri hitam hanya 88,2 persen. Arbei dan beri biru hanya sekitar 85 persen air.

    Stroberi

    4. Jeruk bali
    Jeruk bali memiliki kadar air 90,5 persen. Menurut hasil penelitian, buah ini dapat membantu menurunkan kolesterol dan mengecilkan ukuran pinggang. Dalam sebuah penelitian, mengkonsumsi satu jeruk bali sehari menurunkan kolesterol jahat (LDL) 15,5 persen dan trigliserida 27 persen. Di sisi lain, makan setengah jeruk bali atau sekitar 40 kalori setiap sebelum makan membantu para pelaku diet kehilangan sekitar 2 kilogram selama 12 minggu. Para peneliti mengatakan senyawa dalam buah membantu membakar lemak dan menstabilkan gula darah sehingga membantu mengurangi rasa lapar.

    Jeruk bali. ANTARA/Dedhez Anggara

    5. Blewah
    Blewah memiliki kadar air 90,2 persen dan sering dihidangkan saat berbuka puasa. Buah ini memberikan manfaat nutrisi yang besar dan memberi sedikit kalori. Satu porsi seberat enam ons atau sekitar seperempat blewah mengandung hanya 50 kalori, tapi memberikan 100 persen penuh dari asupan vitamin A dan C harian yang direkomendasikan.

    Blewah

    CANDRIKA RADITA PUTRI

    Artikel lain:

    Yuk, Puasa Lagi seperti Saat Ramadan
    Pakar Jelaskan Pengaruh Puasa Ramadan dan Kelembapan Kulit
    Menjelang Ramadan, Ini 4 Tips Belanja di Pusat Grosir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.