Pakar Jelaskan Pengaruh Puasa Ramadan dan Kelembapan Kulit

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kulit kering. Shutterstock

    Ilustrasi kulit kering. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat berpuasa, banyak orang merasakan perubahan pada kulit. Terkadang, kulit yang biasanya lembap berubah menjadi lebih kering, yang salah satunya ditandai dengan munculnya rasa gatal di kulit.

    Lantas, benarkah berpuasa dalam jangka waktu yang cukup panjang seperti di bulan Ramadan bisa mempengaruhi kelembapan kulit? Ternyata benar. Hal ini dibenarkan oleh dermatolog dr. Tina Wardhani Wisesa, SpKK (K).

    Menurutnya, saat berpuasa tubuh kekurangan asupan air yang tidak hanya penting untuk tubuh tetapi juga untuk kulit. Hal inilah yang menyebabkan kulit menjadi kering dan bahkan membuat bibir pecah-pecah.

    Baca juga:
    Ayu Ting Ting Bagi Rahasia Tetap Fit di Bulan Ramadan
    Cara Rossa Menjaga Kesehatan Putranya Selama Puasa Ramadan
    Menjelang Ramadan, Ini 4 Tips Belanja di Pusat Grosir

    "Ada (pengaruhnya) karena puasa kan dari pagi sampai sore. Padahal siang kita aktivitasnya tinggi. Kita tidak minum, berada di ruangan ber-AC berjam-jam, terpapar sinar matahari, imbasnya kering. Biasanya kulit pecah-pecah dan bibir juga terasa," ujar dr. Tina Wardhani.

    Karena itu, Tina menyarankan untuk memastikan tetap minum air putih yang cukup. Jika kurang minum air saat sahur maka bisa dialihkan saat berbuka. Perbanyak pula konsumsi buah dan sayur, yang memang terbukti memiliki banyak vitamin yang berguna untuk menyehatkan kulit.

    Selain itu, untuk mengatasi kulit kering juga diperlukan perawatan tambahan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan lebih sering menggunakan pelembap untuk kulit maupun bibir.

    "Jadi untuk hal seperti itu, saya lebih menyarankan untuk mengulang lipbalm, ulang pelembap. Kalau seperti itu saya rasa bisa teratasi," papar Tina.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara