Minggu, 21 Oktober 2018

Kata Pakar Manfaat Vaginoplasty yang Dilakukan Nikita Mirzani

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nikita Mirzani. TABLOIDBINTANG.COM

    Nikita Mirzani. TABLOIDBINTANG.COM

    TEMPO.CO, Jakarta - Nikita Nirzani mengaku dirinya baru saja menjalani operasi vaginoplasty untuk membahagiakan sang suami, Dipo Latief. Bahkan ia menghabiskan Rp 500 juta untuk operasi tersebut. 

    Menurut dermatolog, Tina Wardhani Wisesa operasi vaginoplasty termasuk ke dalam bedah plastik. Operasi tersebut bisa dilakukan dengan beberapa teknik.

    "Itu (vaginoplasty) masuk bedah plastik, jadi biasanya ada macam-macam. Itu istilahnya bagaimana caranya bisa kencang daerah situ (vagina). Tekniknya ada banyak, dari mulai tidak dioperasi, mungkin hanya pakai alat-alat, atau disuntik sampai akhirnya operasi yang memang dibutuhkan. Biasanya operasi yang dilakukan operasi bedah plastik," ujar Tina ditemui di Jakarta, Selasa 8 Mei 2018.

    Dokter Tina (Dika / Tabloidbintang.com)
    Dokter Tina (Dika / Tabloidbintang.com)

    Tina menambahkan kegunaan operasi tersebut tergantung dari pribadi masing-masing. Ada kasus yang memang untuk kesehatan. Namun, jika hanya untuk estetika dengan mengencangkan bagian vagina, operasi vaginoplasty tidak diperlukan.

    "Tergantung, kalau untuk kesehatan misalnya ada masalah dengan dia (vagina) terbuka melebar itu, kemungkinan terjadinya turun. Jadi secara anatomi tidak baik, itu memang dibutuhkan operasi. Tapi kalau hanya untuk pengencangan saja biasanya tidak dilakukan ya. Jadi tergantung kasus kalau memang dibutuhkan," lanjut  Tina.

    Dia mengingatkan selama dilakukan dibawah pengawasan dokter ahli, operasi vaginoplasty tidak membahayakan bagi pasien. "Selama dilakukan oleh ahlinya aman, jadi itu enggak bisa sembarangan. Istilahnya harus dilakukan oleh ahlinya," kata Tina Wardhani Wisesa.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.