Dewi Sanca Hamil tanpa Suami, Apa Dampak Psikologisnya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi dangdut Dewi Sanca. Youtube.com

    Penyanyi dangdut Dewi Sanca. Youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus hamil di luar nikah semakin marak terjadi di Indonesia. Kali ini berita tersebut datang dari penyanyi dangdut Dewi Sanca, yang mengaku tengah mengandung anak dari kekasihnya dan bertekad untuk tetap melahirkan anak tersebut. Ia juga meminta pertanggung jawaban namun hingga kini tak kunjung direspon oleh kekasihnya.

    Pergeseran moral kehidupan yang semakin kebarat-baratan memicu terjadinya hal menyimpang yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia. Salah satunya adalah fenomena seks bebas yang dilakukan oleh sepasang kekasih. Banyak dari kegiatan tersebut berujung kehamilan di luar nikah.

    Ketakutan kemudian muncul dalam kehidupan perempuan tersebut. Perasaan gusar dan waswas akan menghantui. Kemudian, mau tidak mau perempuan tersebut akan dihadapkan pada dua opsi, yaitu melahirkan jabang bayi dengan konsekuensi dikucilkan oleh lingkungan sekitar karena mengandung tanpa pasangan atau malah menggugurkannya, bahkan yang paling buruk adalah membuang si bayi begitu saja.

    Artikel lain:
    Tanpa Disadari, 10 Hal Ini Menandakan Anda sedang Hamil
    5 Seleb Ini Tetap Langsing Saat Hamil
    Hindari Katakan 7 Hal ini pada Wanita Hamil

    Dewi Sanca hanyalah satu dari banyaknya perempuan hamil di luar nikah yang ditinggalkan begitu saja oleh pasangannya. Pelaksana Jabatan Sementara Direktur Pelaksana Cabang (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) PKBI Bantul, Ammi Prayoga mengatakan bahwa peristiwa kehamilan di luar nikah sebagian besar ada kaitannya dengan latar belakang keluarga. Faktor selebihnya adalah pengaruh lingkungan di sekitar. 

    Pada fase di mana korban memutuskan untuk tetap melahirkan dan membesarkan bayinya sendiri, kemungkinan yang akan terjadi adalah perasaan malu dan akan sedikit menutup diri dengan lingkungan sekitar.

    “Di sini fungsi keluarga sangat dibutuhkan untuk mendukung perempuan tersebut meneruskan kehamilannya” ujar Ammi.

    CANDRIKA RADITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.