Kamis, 20 September 2018

Maudy Ayunda Meluncurkan Buku Pertama, Dear Tomorrow

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maudy Ayunda saat mengunjungi kantor Tempo di Palmerah, Jakarta, 2 Mei 2017. TEMPO/Ratih PN

    Maudy Ayunda saat mengunjungi kantor Tempo di Palmerah, Jakarta, 2 Mei 2017. TEMPO/Ratih PN

    TEMPO.CO, Jakarta - Maudy Ayunda meluncurkan buku pertamanya yang berjudul Dear Tomorrow. Buku yang sudah terbit sejak 26 April lalu ini disambut baik para penggemarnya yang disebut Maudears. Terbukti, dalam masa pre-order karyanya telah terjual sebanyak 500 buku hanya dalam waktu 36 jam saja.

    Maudy Ayunda mengaku telah cukup lama mendapat tawaran menulis buku dari salah satu penerbit. Namun, saat itu Maudy Ayunda belum merasa belum siap dan menunda menerima tawaran tersebut lantaran bingung memikirkan gambaran yang tepat untuk isi di dalam bukunya.

    Artikel lainnya:
    Sadar Kesibukannya Padat, Maudy Ayunda Ingin Hidup Lebih Sehat
    Maudy Ayunda Bicara Rujak, Perawatan Kulit, sampai Karier  

    Maudy Ayunda. Instagram.com

    "Dulu aku masih galau saja mau nulis buku seperti apa, takutnya kalau nanggung nanti orang enggak bisa menikmati. Jadi aku benar-benar pikirin dulu bukunya mau seperti apa," ujarnya saat ditemui di acara peluncuran Dear Tomorrow di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Senin 30 April 2018. 

    Buku setebal 192 halaman ini sengaja ditulis Maudya Ayunda dengan pengalaman pribadinya. Selain ingin membagikan pengalaman hidupnya, Maudy juga ingin buku tersebut menjadi pengingat untuknya atas segala hal yang pernah terjadi. "Buku ini konsepnya adalah kompilasi cerita-cerita aku, ada auto biografi juga, ada aspek-aspek pemikiran-pemikiran yang kayak essay, quotes-quotes, playlist aku, macam-macam," ujar Maudy Ayunda.

    Baca juga: Maudy Ayunda Punya Resep Pendidikan, Apa Itu? 

    Maudy Ayunda mengatakan buku pertamanya ini berjudul Dear Tomorrow, untuk mengingatkan dirinya pelajaran-pelajaran hidup yang dialami. Penting ada cerita-cerita, karena itu adalah esensi dari kenapa aku mendapat sebuah pelajaran, karena ada pengalaman penting yang aku rasa pengin share," ujarnya. 

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.