Tips Memilih Aroma Parfum yang Tepat untuk Musim Panas

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi parfum. shutterstock.com

    Ilustrasi parfum. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tubuh akan mudah berkeringat dan beraroma tak sedap di negara tropis seperti Indonesia. Untuk mensiasatinya dapat menggunakan parfum.  Namun memilih parfum kadang gampang-gampang susah. Apalagi jika penggunaannya tidak tepat, malah meninggalkan aroma tidak sedap. 

    Ketika memilih wangi parfum paling sesuai, ketahui dahulu 5 jenis aroma dasar: bunga-bungaan, kayu-kayuan, oriental, aroma makanan (seperti vanila, cokelat, permen), dan citrus atau aroma jeruk. Setiap jenis aroma mempunyai daya magis untuk memancarkan nuansa atau membangun suasana tertentu.

    Baca juga: Mencari Titik Terbaik untuk Memakai Parfum Di Mana Saja?

    Lantas mana aroma parfum yang pas untuk digunakan saat cuaca panas? Cari tahu jawabannya lewat 5 panduan di bawah ini.

    - Untuk pria, parfum dengan aroma dasar jeruk dan kayu-kayuan pilihan bagus saat cuaca panas. Parfum beraroma jeruk memancarkan kesegaran, sedangkan parfum kayu-kayuan seperti cendana tahan lama dan menguarkan aroma sejuk.

    - Sedangkan wanita bisa memilih parfum dengan aroma bunga-bungaan seperti mawar, melati, dan lili lembah. 

    - Cobalah aroma buah-buahan seperti stroberi, lemon, dan jeruk bali yang merupakan turunan aroma jeruk sebagai alternatif.

    - Ingatlah, wewangian berbasis jeruk yang terbaik adalah yang diperkuat dengan aroma kayu-kayuan, bunga, dan buah, agar aroma awet lebih lama.

    - Di samping 5 aroma dasar di atas, Anda bisa memakai parfum dengan aroma pantai untuk mendukung sensasi sejuk dan nuansa musim panas yang identik dengan kegiatan pantai. Parfum dengan pengaruh aroma akuatik akan membuat Anda merasa segar sepanjang hari.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.