Mau Hidung Sehat, Jangan Ngupil ya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak mengupil. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak mengupil. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika ada kotoran yang menempel di dinding hidung, jari telunjuk otomatik mengorek lubang hidung untuk mengeluarkannya. Mengupil atau ngupil adalah kegiatan iseng yang dianggap sebagian orang bermanfaat untuk kesehatan karena sama dengan membersihkan lubang hidung.

    Baca juga:
    Tyas Mirasih Jawab Dugaan Hidung Mancungnya Hasil Operasi
    Sebab Pori-pori di Hidung Selalu Tersumbat dan Cara Mengatasinya

    Faktanya, mengupil itu tak baik karena mengganggu kerja hidung sebagai penjaga kelembaban, penghangat udara, sekaligus indra penciuman. Jika kondisi hidung terganggu, misalnya tersumbat atau berlendir, maka akan mengganggu saluran napas atas, saluran napas bawah, sampai menimbulkan gangguan tidur. Ingatlah, hidung adalah organ pertama yang menyaring udara sebelum masuk ke paru-paru.

    Ketua Program Studi PPDS I Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan - Kepala Leher (THT-KL) Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Sarwastuti Hendradewi mengatakan, hidung yang terkena infeksi dan komplikasi akan menimbulkan gejala seperti hidung tersumbat, pilek, gangguan penciuman, dan pusing yang mengakibatkan rhinosinus.

    Ilustrasi hidung. shutterstock.com

    "Gangguan itu sampai pada saluran napas bawah dan akan menimbulkan bronkitis," ujar Sarwastuti di acara kampanye #Cucihidungsetiaphari, di Jakarta. Untuk menjaga kesehatan dan kelembapan hidung, menurut dia, dapat dilakukan dengan mencuci hidung menggunakan larutan isotonik minimal 1 kali sehari.

    Caranya, untuk hidung kanan, miringkan kepala ke kiri, tahan napas lalu semprot hidung kanan, begitu pun dengan hidung kiri. Kalau caranya benar, cairan isotonik akan keluar di sebelahnya. Selain itu, penting juga menghindari penyebab alergi dengan menghirup udara bersih dan jangan mengorek hidung dengan tangan alias ngupil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.