Batasi Asupan Garam untuk Mencegah Berbagai Penyakit Kronis

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi garam. Shutterstock

    Ilustrasi garam. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Garam atau natrium memang tidak asing lagi di telinga kita. Makanan tanpa garam terasa hambar dan tidak enak. Garam dapat membuat masakan apa pun terasa gurih dan nikmat. Sebab, garam memiliki kelebihan meningkatkan cita rasa dari suatu makanan ataupun minuman.

    Hidup kita pun sangat lekat dengan penggunaan garam sebagai penambah rasa. Meski begitu, di balik rasanya yang nikmat, garam ternyata diam-diam memiliki dampak mematikan bagi kesehatan tubuh. Mulai penyakit hipertensi yang kerap dikaitkan dengan garam, hingga kanker, menjadi dampak berbahaya dari konsumsi garam berlebih. Mengutip laman Boldsky, berikut ini beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak garam.

    1. Tekanan darah tinggi
    Ini adalah dampak konsumsi garam berlebihan yang paling umum, yaitu tekanan darah tinggi. Garam mengandung natrium (NaCl) yang bermanfaat menjaga regulasi volume dan tekanan darah, menjaga kontraksi otot dan transmisi sel saraf, serta membantu keseimbangan air, asam, dan basa dalam tubuh. Namun mengkonsumsi garam berlebihan menyebabkan kandungan natrium bertambah banyak dan mengikat banyak air sehingga membuat volume darah meningkat.

    Artikel lain:

    8 Masalah Kulit yang Tuntas dengan Garam
    Trik Mengakali Makanan Tetap Lezat tanpa Garam

    2. Risiko penyakit kardiovaskuler tinggi
    Terlalu banyak mengkonsumsi sodium juga dapat berujung pada penyakit kardiovaskuler, seperti jantung koroner, gagal jantung, dan stroke. Konsumsi garam secara berlebihan dapat melipatgandakan risiko terkena sederet penyakit tersebut. Ini merupakan salah satu dampak dari tingginya tekanan darah yang disebabkan oleh natrium dalam garam. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan orang dewasa mengkonsumsi garam dengan batas maksimum dua gram per hari.

    3. Kanker
    Kanker adalah penyakit yang tergolong menakutkan dan mematikan. Garam disebut sebagai salah satu pemicu kanker, terutama kanker perut. Pengolahan makanan yang diasinkan disebut dapat menyebabkan peradangan pada bagian perut. Bagian yang meradang tersebutlah yang berisiko terkena kanker.

    4. Penyakit ginjal
    Seperti dijelaskan sebelumnya, natrium pada garam bersifat mengikat air, yang akhirnya menyebabkan tingginya tekanan darah. Tingginya kadar natrium dalam aliran darah akan membebani ginjal dan mengurangi kemampuannya membuang air. Hasilnya, tekanan darah menjadi tinggi karena cairan ekstra dan memberi tekanan berlebih pada pembuluh darah halus yang menuju ke ginjal. Semakin lama, tekanan berlebih tersebut dapat merusak ginjal dan menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai gagal ginjal.

    5. Osteoporosis
    Terlalu banyak mengkonsumsi garam juga dapat mengakibatkan penyakit tulang, yaitu osteoporosis. Konsumsi garam berlebih akan meningkatkan kerja ginjal untuk mengeluarkan kalsium melalui urine. Ginjal yang kehilangan mineral kalsium dalam tubuh untuk dikeluarkan akan menggantinya dengan kalsium dari tulang. Lama kelamaan, massa tulang akan berkurang, sehingga tulang menjadi mudah keropos, yaitu osteoporosis.

    Baca juga: Takaran Konsumsi Garam yang Pas untuk Anak

    6. Kemampuan kognitif menurun
    Jika sehari-hari Anda mengkonsumsi garam dengan jumlah tinggi, kemampuan otak Anda akan sedikit berkurang. Uniknya, garam tidak mempengaruhi fungsi kognitif pada dewasa dan orang tua. Namun kelebihan asupan garam akan menyebabkan menurunnya fungsi kognitif pada anak-anak, sehingga ketika dewasa dan tua nanti, kinerja kognitifnya akan terpengaruh. Karena itu, dianjurkan untuk membatasi asupan garam, khususnya pada anak-anak, karena dapat menimbulkan efek jangka panjang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.