Kisah Pengemudi Perempuan Transjakarta, Tak Pernah Terganggu PMS

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi perempuan bus Transjakarta, Maryani. TEMPO | Yatti Febri Ningsih

    Pengemudi perempuan bus Transjakarta, Maryani. TEMPO | Yatti Febri Ningsih

    TEMPO.CO, Jakarta - Sindrom pramenstruasi (PMS) memang menjadi hal yang paling menyebalkan pada wanita. Selain emosi yang tidak menentu, terkadang rasa sakitnya membuat tidak nyaman. Hal ini tidak jarang mengganggu aktivitas dari wanita itu sendiri.

    Namun, hal ini rupanya tidak dirasakan oleh seorang pengemudi perempuan bus Transjakarta, Maryani, 40 tahun, yang layak diangkat pada Hari Kartini karena jasanya di bidang transportasi. Saat tengah PMS, wanita yang akrab disapa Yani ini mengaku tidak mengalami sakit yang terlalu berat dan mengganggu aktivitas saat bekerja

    “Kalau saya insya Allah tidak merasakan sakit yang begitu. Dan alhamdulilah selama saya sedang datang bulan, belum merasa mengganggu pekerjaan saya,” ujarnya kepada Tempo.co di kantor PT Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur, Jumat, 20 April 2018.

    Meskipun tidak merasakan sakit saat PMS, Yani mengatakan emosinya saat itu naik-turun. Hal tersebut kadang membuat suasana hatinya menjadi tidak menentu. Namun, sebagai seorang pengemudi yang melayani penumpang Transjakarta di koridor satu rute Blok M-Kota ini, ia punya tips sendiri.

    “Mungkin kalau emosi iya. Tapi, kan kita mengingat kita bawa penumpang itu di belakang, kita bawa nyawa gitu kan. Sudah itu cara saya meredam emosi saya saat sedang PMS,” ujarnya.

    Baca juga:
    Kartini Run 2018, Bhayangkari Menyemangati Sesama lewat Kostum
    Hari Kartini, Ini Potret Kartini di Bidang Transportasi
    3 Sikap Kartini yang Harus Jadi Panutan Perempuan Zaman Now


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.