Kartini Run 2018, Bhayangkari Menyemangati Sesama lewat Kostum

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta saat mengikuti Kartini Run 2018 di Lingkar Monas, Jakarta, 22 April 2018.  TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah peserta saat mengikuti Kartini Run 2018 di Lingkar Monas, Jakarta, 22 April 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Kemala Bhayangkari, organisasi persatuan istri anggota Polri, menyelenggarakan Kartini Run 2018, dalam memperingati Hari Kartini. Bekerjasama dengan OASE KK (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja), Perwosi (Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia), dan MesaRace, acara Kartini Run, Minggu, 22 April 2018, di Monas, Jakarta Pusat, ini semakin meriah dengan para Bhayangkari mengenakan atribut tradisional yang menjadi ciri khas daerah masing-masing.

    Ribuan peserta mengikuti acara ini dengan kostum yang unik dan kreatif. Ada yang menggunakan busana adat dari daerah masing-masing, Gatotkaca, dan ada juga yang menggunakan kebaya. Pemenang lomba kostum nasional ini, Purwati Ningrum, berlari 5 kilometer dari pagi menggunakan kostum dengan sayap lingkaran dan bulu warna-warni.

    “Ini prepare dari H-1. Tadi pakai kostum lari 5K, semangat saja sih karena banyak yang ikut,” ujar Purwati.

    Baca: Belum Sarapan, Menteri Retno Marsudi Ikut Lomba Kartini Run

    Acara menjadi meriah saat 12 finalis kostum terbaik melakukan peragaan busana kecil di panggung, di depan Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian dan istri, Ketua Umum Bhayangkari, Tri Suswati Karnavian, yang hadir sebagai juri. Keduanya tertawa dan menyemangati para peserta di depan panggung saat mereka sedang melakukan peragaan busana di depan para peserta.

    Tidak hanya busana tradisional dan kostum daerah, ada juga busana-busana unik terlihat di panggung para finalis, seperti Bhayangkari dari Malang yang menggunakan topi bakso, karena bakso telah menjadi ciri khas Malang. Pemenang yang dipilih ada enam. Sebagai juara pertama, Purwati berhasil memenangkan Rp 1,5 juta.

    “Tujuan saya mengikuti acara ini untuk motivasi semangat para wanita seluruh Indonesia dan memperkembangkan semangat nasionalisme. Tetap semangat dalam memperkembangkan karier, mengurus keluarga, menjalin silaturahmi,” jelas Purwati.

    Kartini Run telah menjadi tempat para anggota Bhayangkari memberi dukungan dan terus menyemangati satu sama lain.

    Baca juga: Hari Kartini, Ini Potret Kartini di Bidang Transportasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.