Uli Silalahi: Hari Kartini Berikan Buku Kepada Anak

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hadriani Uli Silalahi. Facebook

    Hadriani Uli Silalahi. Facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap 21 April kita mengingat kembali perjuangan Kartini sebagai perempuan yang menekankan pentingnya pendidikan buat kaumnya. Kartini memulai semua itu dengan kemampuan baca tulis.

    Perempuan yang berada di balik pameran buku Big Bad Wolf, Uli Silalahi mengatakan apa yang dilakukan Raden Ajeng Kartini menjadi salah satu cikal bakal kemajuan literasi. Berangkat dari situ, ada kesamaan tugas yang diemban oleh perempuan dari era Kartini hingga sekarang.

    "Jadi dari dulu sampai sekarang, seorang ibu juga berjuang melalui buku. Apa yang dilakukan RA Kartini menjadi inspirasi bahwa seorang ibu perlu mengajarkan anak melalui buku," kata Uli Silalahi yang menjabat Presiden Director PT. Jaya Ritel Indonesia, di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang.

    Sebagai ibu dari dua anak, Uli Silalahi mengatakan cara terbaik untuk memberikan pengetahuan kepada anak adalah melalui buku. Jadi, saat merayakan Hari Kartini, orang tua sebaiknya memberikan buku kepada anak sebagai cara menunjukkan apresiasi kepada Kartini. Dengan melakukan itu, para ibu sejalan dengan harapan Kartini yang ingin memberikan pendidikan yang lebih baik.

    Artikel lain: 
    Cantiknya 5 Pesohor Ini dengan Kebaya Menjelang Hari Kartini
    3 Sikap Kartini yang Harus Jadi Panutan Perempuan Jaman Now

    Presiden Director PT Jaya Ritel Indonesia, penyelenggara Big Bad Wolf, Uli Silalahi di Indonesia Convention Exhibition, BSD City. TEMPO | Astari P Sarosa

    Baca juga: Pesan Menteri Perempuan untuk Kartini Muda

    Uli Silalahi juga sengaja memilih bulan April sebagai momentum penyelenggaraan pameran buku Big Bad Wolf yang diadakan sejak 29 Maret - 9 April 2018 lalu, karena ingin menunjukkan apresiasi pada Hari Kartini. Sudah tiga kali pameran ini berlangsung di Jakarta dan Surabaya.

    Big Bad Wolf termasuk pameran buku yang sukses, terutama di kalangan anak-anak. Ide dari pameran ini sebenarnya sudah ada dari Big Bad Wolf internasional yang diadakan sejak 2009. Dimulai di Kuala Lumpur, Malaysia, sekarang Big Bad Wolf hadir di Indonesia, Thailand, Filipina, dan Sri Lanka.

    Salah satu yang bikin pameran ini unik dan berbeda dari pameran buku biasa adalah pamerang berlangsung 24 jam setiap hari selama dua minggu. Big Bad Wolf memang harus non-stop karena itulah yang menjadi ciri khasnya, dan harus berjalan selama 10-14 hari. "Big Bad Wolf memang harus non-stop karena membaca buku itu non-stop. Itulah inspirasinya," kata Uli Silalahi.

    Pada awalnya memang terdengar seperti hanya akan membuang waktu dan uang karena membuka pameran buku selama 24 jam. Tapi kenyataannya, pameran selalu ramai sepanjang waktu. Pengunjung biasanya datang pukul 23.00 dan pulang sekitar jam 02.00. Jumlah pengunjung yang datang pada malam hari juga meningkat di akhir pekan.

    ASTARI PINASTHIKA SAROSA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.