5 Alasan Rumah yang Tengah Direnovasi Tak Boleh Ditinggali

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu di dalam rumah yang berantakan. ph.theasianparent.com

    Ilustrasi ibu di dalam rumah yang berantakan. ph.theasianparent.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat rumah sedang direnovasi, penghuni sebaiknya tinggal di tempat lain. Pasalnya, rumah yang tengah direnovasi bisa memberi ketidaknyamanan bagi para penghuninya.

    Ketidaknyamanan ini pun semakin bertambah jika renovasi berlangsung cukup lama dan penghuni memaksa untuk tetap tinggal di dalamnya. Mengutip berbagai sumber, berikut ketidaknyamanan yang akan dirasakan penghuni jika tetap tinggal di rumah yang tengah direnovasi.

    1. Rumah mudah kotor
    Seperti kita tahu, rumah yang tengah direnovasi akan sangat mudah kotor. Sementara di sisi lain, penghuni pasti tidak nyaman dengan kondisi rumah yang kotor. Kalaupun rutin dibersihkan, kotoran akan kembali dengan cepat sehingga rumah lebih sering terlihat kotor daripada bersih. Untuk itu, sebaiknya tinggalkan rumah sementara atau selama renovasi berlangsung.

    2. Kesulitan air bersih
    Ketika rumah direnovasi, biasanya akses air bersih bisa sangat terganggu. Sudah pasti hal ini sangat tidak nyaman bagi penghuni jika mereka tetap memaksa untuk tinggal di dalam rumah. Ketidaknyamanan ini pun akan berubah menjadi kerepotan yang luar biasa apabila rumah yang tengah direnovasi itu dihuni oleh anak kecil atau balita. Di sisi lain, air bersih sendiri sangat dibutuhkan untuk mandi, makan, minum, dan lain sebagainya.

    Artiikel lain:
    Jadikan Rumah Ramah Anak, Pilih Elemen Interior yang Pas
    Pekerjaan Merapikan Rumah yang Bisa Dilakukan di Waktu Senggang
    Apa pun Desainnya, Rumah Harus Tetap Ramah Anak

    3. Tertimpa material bangunan
    Saat rumah sedang direnovasi, pasti bahan atau material bangunan ada di mana-mana dan tentu berbahaya bagi penghuni rumah jika tetap tinggal di dalamnya, apalagi jika ada penghuni yang masih anak-anak. Aktivitas mereka bisa saja bersentuhan dengan area yang tengah dirienovasi dan itu akan membuat anak serta proses renovasi jadi terganggu.

    4. Ruang gerak yang terbatas
    Karena tidak ingin tertimpa material atau mengganggu proses renovasi, alhasil penghuni rumah pun menghindari area-area berbahaya atau yang tengah di renovasi. Dan karena renovasi dilakukan secara besar-besaran, maka area yang dihindari pun akan semakin besar. Ini tentu membatasi ruang gerak atau sirkulasi penghuni rumah. Bayangkan, apa nyaman tinggal di rumah dengan ruang gerak yang terbatas?

    5. Banyak material berbahaya
    Ketika renovasi berlangsung, akan banyak debu yang bertebaran. Ini tentu akan berbahaya untuk kesehatan para penghuni rumah. Belum lagi bahan bangunan lain yang mengandung racun, seperti cat atau sejenisnya. Tentu itu akan semakin mengancam kesehatan serta mengganggu kenyamanan orang yang tinggal di dalam rumah.

    HOME


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.