Catherine Wilson Tak Berani Suntik Filler, Pilih Perawatan Biasa

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Catherine Wilson. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Catherine Wilson. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak wanita yang menginginkan kulit wajah terlihat awet muda dan segar, serta bentuk wajah yang sempurna. Beragam cara dilakukan termasuk suntik filler yang kini sedang digemari. Namun, Catherine Wilson justru menolaknya saat mendapat tawaran untuk mencoba suntik filler. 

    Catherine Wilson mengaku tidak berani melakukan prosedur suntik filler. "Aku nggak berani ya. Terus aku memikirkan resikonya. Memang banyak sih (orang pakai filler) yang cantik terus bagus hasilnya. Cuma saya pribadi, nggak berani," kata Catherine Wilson setelah peluncuran produk Orlymiin di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa 17 April 2018. 

    Baca juga: Catherine Wilson Unggah Foto Berbikini, Ikuti Kiat Perut Kencang

    Catherine Wilson. Dok.TEMPO/Santirta M

    Artikel lain:
    Mau Coba Teknik Kecantikan Filler, Ketahui Plus Minusnya
    Filler, Cantik Instan tanpa Rasa Sakit

    Model keturunan Inggris ini memiliki alasan khusus enggan menggunakan suntik filler untuk mempercantik wajahnya. Dia takut tubuhnya mengalami reaksi penolakan terhadap bahan yang dipakai dalam filler. "Buat teman-temanku, tubuhnya nggak apa-apa. Tetapi, aku takut bahannya nggak masuk dalam tubuhku," ujar Catherine Wilson.

    Untuk menjaga kecantikan kulitnya Catherine Wilson memilih perawatan biasa. Dia tetap berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan seperti menggunakan krim-krim. Selain itu, dia juga menggunakan perawatan dari bahan alami. "Kalau dari dokter, aku pasti kena bahan kimia. Jadi alangkah baiknya dikombinasi dengan sesuatu yang natural seperti timun, terus tomat. Ini bisa dibuat sendiri terus mudah," ujarnya.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.