Alasan Makin Banyak Perempuan yang Suka Pahlawan Super

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wonder Woman 2017 (imdb.com)

    Wonder Woman 2017 (imdb.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Film pahlawan super selalu identik dengan anak laki-laki. Namun, dengan makin banyak komik pahlawan super yang dijadikan film, karakter-karakter tersebut makin populer.

    Karena itu, sekarang tidak hanya anak laki-laki yang suka film pahlawan super. Perempuan juga makin banyak yang suka. Tidak hanya karena film pahlawan super makin populer, tapi juga karena karakter pahlawan super banyak yang menunjukkan karakter perempuan kuat.

    “Sekarang penggemar komik pahlawan super semakin banyak perempuan. Menurut saya, karena film-film ini menunjukkan karakter perempuan yang kuat, yang menjadi inspirasi dan contoh positif untuk perempuan,” kata Seshasaye Kanthamraju, Direktur Eksekutif Komunikasi dan Kewarganegaraan The Walt Disney Company South Asia di Senayan City, Jakarta, Selasa, 17 April 2018.

    Salah satu film pahlawan super yang akan tayang pada akhir bulan ini, Avengers: Infinity Wars, juga memiliki penggemar yang rata antara perempuan dan laki-laki. Meningkatnya penggemar perempuan ini juga disebabkan cerita mengenai pahlawan super yang berbeda.

    Wanita-wanita yang ada di film pahlawan super memiliki karakter dan peran yang beragam, dari film Wonder Woman, lalu karakter seperti Black Widow dan Scarlet Witch, semua memiliki peran berbeda.

    “Cerita pahlawan super sekarang merayakan perempuan dan memiliki karakter perempuan kuat. Karena itu, cocok untuk semua umur serta cocok untuk laki-laki dan perempuan,” ujar Seshasaye.

    Artikel lain:
    Punya Saudara Perempuan, Menjengkelkan Sekaligus Menyenangkan
    Hari Gendut Sedunia: Kencan dengan Perempuan Gemuk Lebih Asyik
    Perempuan dengan 4 Zodiak Ini Suka Jual Mahal, Apa Saja Itu?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.