Semakin Cerdas Ibu, Semakin Sedikit Anaknya, Benarkah?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu antar anaknya ke sekolah. dailymail.co.uk

    Ilustrasi ibu antar anaknya ke sekolah. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Semakin cerdas seorang wanita, keinginan untuk memiliki anak banyak semakin sedikit. Ibu mewariskan kecerdasannya kepada anak laki-laki. Sedangkan anak perempuan mendapatkan kecerdasan dari ibu dan ayah.

    Hal ini terungkap dalam buku, "The Intelligence Paradox" yang dikutip dari laman Popsugar. Dalam buku ini, Satoshi Kanazawa mengatakan bahwa setiap 15 poin IQ yang dimiliki wanita, keinginannya untuk memiliki anak-anak turun hingga 25 persen. Menurut penelitian Satoshi Kanazawa, kecerdasan ibu bisa diteruskan ke anak laki-laki, karena faktor kromosom X.

    "Kecerdasan umum dapat diwariskan. Gen yang mempengaruhi kecerdasan terletak pada kromosom X. Artinya, anak laki-laki hanya mewarisi kecerdasan mereka dari ibu mereka saja, sementara anak perempuan mewarisi kecerdasan ayah dan ibu," kata Kanazawa.

    Baca juga:
    Benarkah Anak yang Lama Menyusu Ibu Lebih Manja? Ini Kata Dokter
    Panduan Membeli Sepeda untuk Anak
    Jadikan Rumah Ramah Anak, Pilih Elemen Interior yang Pas

    Selain faktor ibu yang melahirkan dan merawat anak, faktor pola asuh terhadap anak sangat berpengaruh terhadap kecerdasan anak. Selain itu, faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak adalah kebijakan dan lingkungan, misalnya bantuan pemerintah, seperti perumahan yang terjangkau dan layak, dapat membantu pengeluaran orang tua dalam proses belajar mengajar anak-anak agar lebih cerdas.

    Dalam penelitian juga terungkap umumnya anak sulung lebih pintar karena orang tua cenderung memiliki standar yang lebih tinggi dibandingkan adik-adiknya. Setiap ibu tentu menginginkan anaknya tumbuh cerdas.

    Seharusnya seorang wanita tak perlu merasa bersalah atas keputusan mereka untuk memiliki anak banyak. Anak cerdas ditentukan oleh banyak faktor tidak hanya dari satu sisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.