Jumat, 27 April 2018

Ibu dan Anak Ribut di Pagi Hari, Ini yang Perlu Dilakukan Ayah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keluarga. Shutterstock.com

    Ilustrasi keluarga. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir semua ibu pernah merasakan riuhnya suasana rumah di pagi hari. Berkejar-kejaran dengan waktu yang sempit sebelum berangkat kerja atau melakukan aktivitas lain, sementara anak membuat drama, dari susah bangun pagi, ogah mandi, sampai tidak nafsu sarapan.

    Dalam situasi seperti ini, lumrah bila emosi ibu terpancing. Alhasil, drama ibu dan anak di pagi hari sulit dihindari. Ibu menuding anak tidak kooperatif, sedangkan anak menilai ibu mengganggu kenikmatan tidurnya.

    Jika sudah begini, mau tidak mau ayah harus turut mengambil peran meredam drama. Psikolog anak dari Tiga Generasi, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengatakan, saat terjadi konflik antara ibu dan anak, baik di pagi hari maupun di waktu lain, sebaiknya ayah tidak menambah panas suasana dengan memihak salah satu kubu. Seorang ayah dituntut lebih peka melihat masalah.

    “Jangan terpancing emosi. Pahami duduk persoalannya, tenangkan emosi ibu dan anak terlebih dulu, lalu tempatkan diri sebagai pihak netral,” ujar Vera. 

    Artikel terkait:
    Tantangan Baru Mengasuh Anak Ibu Milenial, Lakukan 2 Hal Ini
    Beda Ibu Milenial dengan Generasi Sebelumnya, Ini Kata Psikolog
    Jualan Langsung, Solusi Ibu Dapat Penghasilan sambil Jaga Anak

    Saat anak berkonflik dengan ibu, ayah harus muncul sebagai pihak yang mendamaikan agar anak tidak merasa terancam dan kehilangan tempat berlindung di rumah sendiri.

    Anak harus tetap merasa punya tempat berkeluh kesah yang nyaman, yaitu ayah. Karena itu, ayah perlu bertindak sebagai mediator yang menjembatani perdamaian antara ibu dan anak. 

    Redam konflik yang terjadi, sehingga kesalahpahaman antara ibu dan anak berakhir dan hubungan mereka kembali membaik.

    “Sebaiknya ayah bicara secara khusus dengan keduanya secara bergantian untuk mendengar persoalan dan membahas solusinya. Ayah harus dapat menjadi mediator agar hubungan keduanya membaik,” kata Vera. 

    AURA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ratu Elizabeth II dan Pewaris Tahta di Keluarga Kerajaan Inggris

    Inilah posisi Ratu Elizabeth II, Pangeran Charles, dan Pangeran WIlliam dalam jajaran pewaris tahta dalam keluarga kerajaan Inggris