Pola Tidur yang Baik sejak Dini Bikin Anak Tak Susah Bangun Pagi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak tidur. Shutterstock

    Ilustrasi anak tidur. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain aktivitas di pagi hari, jadwal tidur anak perlu diatur. Anak harus tidur cukup karena waktu tidur yang kurang rentan memicu drama di pagi hari.

    Dalam pandangan psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani SPsi, MSi, drama di pagi hari umumnya bermula ketika anak bangun tidur. 

    Anak yang kurang tidur akan sulit dibangunkan atau enggan bangun lebih awal. Akibatnya, aktivitas anak di pagi hari terhambat. Tidak hanya jadwal tidur, jadwal bangun anak juga harus konsisten.

    “Mau seheboh apa pun dramanya, anak harus bangun pada jam yang sama setiap pagi pada hari masuk sekolah karena kebiasaan ini akan membentuk metabolisme anak,” kata psikolog kelahiran 10 April itu.

    Supaya terbiasa, pola tidur dan aktivitas anak pada pagi hari sebaiknya diajarkan sedini mungkin. Menurut Nina, sebenarnya, konsistensi ini sudah bisa diajarkan sejak bayi.

    “Paling nanti hanya jam tidurnya yang bergeser menjadi semakin malam seiring bertambahnya usia,” tuturnya. 

    Lantas, apakah terlambat jika kebiasaan ini baru diperkenalkan ketika anak masuk sekolah? 

    Meski tidak terlambat, Nina mengimbau para ibu harus bersabar karena anak butuh waktu untuk menyesuaikan dengan kebiasaan baru. Kemungkinan besar, anak akan memberontak di awal karena belum terbiasa dengan jadwal barunya setiap pagi.

    AURA

    Baca juga:
    Pendidikan Dasar Anak Selalu Berawal dari Rumah, Bukan Sekolah
    Apa pun Desainnya, Rumah Harus Tetap Ramah Anak
    6 Gerakan Olahraga Ringan untuk Ibu dan Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.