Dokter Kulit: Penuaan Pasti Terjadi, Cek Tanda-tandanya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita sedih dengan kulitnya yang mulai keriput. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita sedih dengan kulitnya yang mulai keriput. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Semua orang ingin terlihat awet muda. Namun, faktanya, penuaan memang tidak bisa dicegah. Dr Stevy Dian Fitriani, Sp.KK menjelaskan, penuaan mulai terjadi pada usia 20 hingga 25 tahun.

    Sebelum usia itu, kulit terasa lembut, lembab, warnanya merata, dan kenyal. Memasuki usia 25 tahun, kulit menjadi tipis, kasar, kurang kenyal, dan muncul kerutan di sekitar mata, lalu menjalar ke dahi dan pipi.

    "Selanjutnya proses penuaan menimbulkan bercak-bercak pigmentasi dan tumor jinak pada kulit. Ini benar adanya. Proses penuaan secara teori dipicu dua faktor, yakni penuaan alami (intrinsik) yang berasal dari dalam tubuh seiring pertambahan usia. Ini dipengaruhi hormon, ras, dan genetik. Penuaan ini terjadi dari ujung kepala hingga kaki," kata Stevy dalam seminar Awet Muda dengan Teknologi Terkini Bersama Klinik Amaryllis di Bekasi, Minggu, 15 April 2018.

    Artikel terkait:
    Vagina Juga Alami Proses Penuaan, Kata Pakar Ini Penyebabnya
    Kenali Tanda Kulit Dehidrasi yang Memicu Penuaan Dini
    Pakar Jelaskan 2 Faktor Penyebab Penuaan, Apa Saja Itu?

    Ia menambahkan, penuaan dini yang berasal dari faktor eksternal menyebabkan perubahan struktur protein kulit. Penuaan ini dipicu paparan sinar ultraviolet, kebiasaan merokok, kelembapan udara, asupan makanan dengan gizi tidak seimbang, polusi udara, dan penggunaan produk perawatan yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan kebutuhan kulit.

    Penuaan ini tidak bersifat menyeluruh. Pertanyaan yang kemudian muncul, saat kulit menua, apa yang terjadi?

    "Dampaknya terasa dari lapisan epidermis, yakni bagian terluar kulit. Lapisan ini berperan sebagai pelindung kulit dari paparan sinar ultraviolet. Penuaan memicu munculnya lapisan tanduk, menurunnya kadar air, sehingga membuat kulit tampak kusam dan kering. Selain itu, jumlah kolagen terus berkurang," tutur Stevy.

    Berkurangnya kolagen membuat penguapan air dari kulit sering terjadi, kekenyalan kulit merosot, jumlah pembuluh darah kapiler menyusut, dan akhirnya membuat kulit tampak lebih pucat. Karena itu, kulit mesti dirawat. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter di klinik tepercaya.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.