Senin, 22 Oktober 2018

Sandal Baru Katy Perry, Lentur Seperti Jeli dan Beraroma Buah

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Katy Perry, memberi kata sambuta saat menghadiri acara Minnie Mouse yang mendapatkan Hollywood Walk of Fame di Los Angeles, 22 Januari 2018.REUTERS/Mario Anzuoni

    Penyanyi Katy Perry, memberi kata sambuta saat menghadiri acara Minnie Mouse yang mendapatkan Hollywood Walk of Fame di Los Angeles, 22 Januari 2018.REUTERS/Mario Anzuoni

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Katy Perry memperkenalkan koleksi alas kaki terbaru berbentuk sandal. Katy Perry yang menggelar konser di ICE BSD Tangerang pada Sabtu, 14 April 2018, ini namakan sandal lentur warna-warni itu, The Geli.

    Baca juga:
    Daripada Operasi Plastik, Katy Perry Pilih Filler Saja
    Katy Perry Bolak-balik Ganti Baju di MTV VMA 2017

    Katy Perry merilis sandal karet tersebut untuk menyambut musim panas 2018. Nama The Geli sesuai dengan tekstur sandal yang lentur, berwarna-warni, dan beraroma buah seperti jeli.

    Sanda The Geli dari koleksi Katy Perry. Situs Katy Perry Collection

    Di bagian penjepit sendal, di antara ibu jari kaki dan telunjuk, terdapat aksesoris seperti potongan buah yang sesuai warna. Ada lima pilihan warna dan gambar buah, yakni anggur (ungu), stroberi (merah), jeruk (oranye), lemon (kuning), jeruk nipis (hijau), ceri (putih), dan semangka (merah muda).

    Artikel lainnya:
    Indi, Parfum Katy Perry Beraroma Androgini

    Pada bagian belakang sendal atau pergelangan kaki terdapat ikatan yang membuat sandal ini mantap dipakai. "Sandal jelly favorit semua orang dan ada aroma buah yang sempurna untuk petualangan tropis di tepi pantai," tulis Katy Perry di akun Instagramnya. Model sendal seharga Rp 722 ribu ini mengingatkan pada tren di era 1990-an.

    Sanda The Geli dari koleksi Katy Perry. Instagram


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.