Buat Penikmat Kopi dan Suka Hal Baru, Coba Deh Kopi Jamur

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cupping atau menghirup aroma kopi. shutterstock.com

    Ilustrasi cupping atau menghirup aroma kopi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat penikmat kopi dan suka tantangan baru, sekarang ada varian kopi baru, yaitu kopi jamur, yang sedang menjadi perbincangan dan bikin penasaran banyak orang.

    Memang mungkin melewatkan secangkir kopi di pagi hari. Banyak orang yang juga mengandalkan asupan kafein dalam kopi untuk lebih produktif setiap harinya. Kafein memang menstimuli tubuh untuk lebih waspada, bertenaga, dan pikiran lebih fokus.

    Meskipun memiliki manfaat, kopi juga dituding jadi sumber berbagai masalah tubuh. Minum kopi terlalu banyak berbahaya karena memacu peningkatkan produksi hormon adrenalin berlebih.

    Hormon tersebut yang bertanggung jawab membuat jantung berdetak lebih kencang sehingga bisa menimbulkan gangguan fungsi organ pemompa darah tersebut. Kopi juga bisa menimbulkan gangguan tidur dan gangguan pada lambung.

    Ingin menghindari dampak negatifnya, namun masih belum bisa lepas dari kopi? Coba kopi jamur. Kopi yang terbuat dari jamur khusus ini diklaim lebih sehat dari kopi biasa karena mengandung zat antioksidan yang tinggi. Kopi ini juga mengandung kafein, meskipun jumlahnya hanya setengah dari kopi biasa.

    Kopi jamur sudah sejak lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Bubuk ekstrak jamur dicampur dengan kopi organik terbukti efektif untuk mencegah diabetes dan mengurangi risiko kanker.

    Beberapa penelitian bahkan berhasil membuktikan manfaat minum kopi jamur untuk mengontrol kadar gula darah, melawan kelelahan, meningkatkan energi, menguatkan sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.

    TEEN

    Artikel lain:
    Cara Benar Pesan dan Minum Kopi
    Uniknya Seni Buih Tiga Dimensi di Secangkir Kopi
    Pilih Teh atau Kopi?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.