Hindari Perceraian dengan 5 Langkah Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan gagal bercinta. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan gagal bercinta. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak ada pasangan menikah yang menginginkan perceraian. Namun nyatanya, kata cerai cukup mudah terucap, terutama ketika menghadapi masalah rumah tangga yang tidak menyenangkan.

    Berpisah dari pasangan kemudian seolah menjadi satu-satunya solusi paling praktis yang bisa ditempuh. Psikolog klinis dewasa dari TigaGenerasi Anna Margaretha Dauhan, mengutip penelitian yang dilakukan John Gottman, menyatakan bahwa ada empat hal yang menjadi prediktor atau variabel perceraian, yakni, criticism (kritik), contempt (penghinaan), defensiveness (menyerang balik atau menjadi korban), dan stonewalling (diam membatu, tidak membalas, tapi menyimpan kekesalan).

    "Maka, agar tidak mudah mengucap kata cerai, hindari keempat prediktor tersebut," kata Anna Margaretha Dauhan.

    Kemudian, lakukan langkah-langkah berikut ini agar bisa menemukan titik temu terbaik dengan pasangan, seperti diungkap Anna Margaretha Dauhan.

    Baca juga:
    3 Langkah untuk Lanjutkan Hidup Setelah Perceraian
    Perceraian Berisiko Turunkan Imunitas Anak
    Komunikasi yang Buruk Picu Perceraian

    1. Pastikan untuk menggunakan pendekatan yang lembut jika ingin menyampaikan feedback pada pasangan.

    2. Berikan apresiasi pada pasangan secara verbal. Ingat, pasangan tidak bisa membaca pikiran kita.

    3. Lalu, terimalah masukan dan bertanggungjawablah atas kesalahan yang kita perbuat.

    4. Meminta maaf dengan tulus.

    5. Dan apabila sedang marah atau stres, carilah cara untuk menenangkan diri sendiri agar konflik tidak terekskalasi semakin besar.

    Kelima hal ini, dikatakan Anna Margaretha Dauhan, juga bisa dijadikan semacam rutinitas yang harus dilakukan pasangan, terutama di tahun-tahun awal pernikahan.

    "Kemudian, jangan lupa untuk menurunkan ekspektasi terhadap pasangan dan terhadap hubungan. Jangan memperbesar masalah kecil, dan jangan terjebak dalam 'power struggle' dengan pasangan," kata Anna Margaretha Dauhan.

    "Jika ada perbedaan pendapat, berusahalah untuk bertemu di tengah dan mencari kompromi," tambahnya.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.