Senin, 22 Oktober 2018

8 Cara Bertata Krama di Tempat Kerja

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang  bekerja di kantor. shutterstock.com

    Ilustrasi orang bekerja di kantor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bersikap sopan dan santun tentu harus kita amalkan kapan pun dan dimana pun, tak terkecuali di tempat kerja. Tak hanya kepada atasan atau senior, dengan rekan kerja yang sudah akrab sekalipun kita tetap harus bersikap sopan dan santun.

    Apakah selama ini Anda sudah mengamalkan sikap tersebut di lingkungan kerja? Coba cek, kalau Anda masih melakukan hal-hal seperti berikut, seperti dilansir Marie Claire, sebaiknya mulai ubah dari sekarang.

    1. Menggunakan bahasa nonformal
    Anda menulis email dan menggunakan kata-kata dalam bahasa nonformal. Tidak masalah jika email tersebut ditujukan untuk rekan kerja yang sudah akrab. Namun, bila menggunakan bahasa nonformal saat menulis email untuk atasan, tentu itu akan memberikan kesan yang tidak baik.

    2. Tulisan tanpa tanda baca
    Mungkin Anda terlalu sibuk, terlalu banyak pekerjaan yang harus dikerjakan dan diselesaikan. Tapi, bukan berarti harus mengerjakannya asal-asalan. Misalnya, menulis pesan atau email tanpa menggunakan tanda baca sama sekali, pun kata-kata yang ditulis disingkat-singkat. Sesibuk apapun, tetap utamakan profesionalitas.

    3. Acuh tak acuh pada email yang diterima
    Email yang berkaitan dengan pekerjaan saja balasnya asal-asalan. Apalagi email yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Jangankan dibalas, dibaca saja tidak, malah langsung dihapus karena dinilai mengganggu.

    Jangan kejam begitu. Meski email tersebut tidak berkaitan dengan pekerjaan, tidak ada salahnya dicek juga. Siapa tahu si pengirim memerlukan balasan atau menunggu jawaban.

    Artikel lain:
    Bingung Mau Resign dari Pekerjaan? Perhatikan 5 Tanda Berikut
    Alasan Pekerja Milenial Cepat Berganti Pekerjaan
    Terapkan 4 Kebiasaan Hidup Sehat di Kantor

    4. Sibuk sendiri dengan gawai
    Sebelum memulai rapat, biasanya ada jeda waktu kosong sambil menunggu semua peserta rapat hadir. Sebagian besar peserta pasti memilih untuk mengoperasikan gawai, entah sekedar bermain game atau memata-matai teman di media sosial. Mulai sekarang, ubah kebiasaan itu.

    Sebaiknya, persiapkan diri dengan mencari informasi tentang topik yang akan didiskusikan atau dipresentasikan. Ingat, sebagai peserta rapat Anda diharapkan turut aktif dalam diskusi dan tidak sekedar menjadi pemerhati.

    5. Teng-go tanpa kata
    Begitu jarum jam menunjuk angka 5, Anda langsung membereskan barang-barang dan buru-buru pulang. Lalu, di mana salahnya? Waktu bekerja sudah berakhir pada pukul 17.00.

    Pulang teng-go boleh dan tidak salah. Namun, meski ingin cepat pulang, sepatutnya tetap berpamitan pada teman kerja, terutama yang di bagian yang sama. Kalaupun setelah Anda pulang dan ada yang mencari, teman kerja tahu harus menjawab apa.

    6. Sok tenang dan diam seribu bahasa
    Anda sedang serius mengerjakan pekerjaan dan butuh ketenangan. Namun, tiba-tiba saja teman kerja mengobrol di dekat Anda dengan volume suara yang lantang. Daripada Anda bersikap sok tenang dengan memasang earphone di telinga, pura-pura mendengarkan musik, lalu menatap mereka dengan tatapan mata mendelik, lebih baik tegur mereka secara langsung. Katakan saja sejujurnya bahwa volume suara mereka terlalu keras karena bisa jadi bukan cuma Anda yang terganggu oleh kebisingan mereka.

    7. Main rahasia dengan rekan kerja
    Setiap kali mau ngobrol dengan rekan kerja, pasti selalu bisik-bisik. Kalau tidak begitu, Anda masuk ke ruangannya, lalu menutup pintu. Hati-hati, jika bersikap demikian, Anda akan dicurigai oleh rekan-rekan kerja yang lain. Mereka akan mengira Anda dan teman sedang membicarakan mereka di belakang secara diam-diam. Jadilah mereka juga membicarakan Anda dan teman di belakang juga secara diam-diam.

    8. Mencuri barang milik orang lain
    Misalnya, di tempat kerja tersedia fasilitas lemari pendingin atau kulkas. Anda buka kulkas dan menemukan sebotol minuman ringan kesukaan. Tanpa basa basi, Anda langsung ambil dan minum sampai habis. Padahal, minuman itu bukan milik Anda. Ingat, mengambil barang milik orang lain adalah mencuri.

    Mencuri adalah perbuatan yang tidak baik. Jika barang tersebut bukan milik Anda atau merasa tidak yakin itu milik Anda, sebaiknya jangan diambil. Jika suatu saat Anda hendak menitipkan barang di fasilitas bersama, cantumkan nama pada barang tersebut guna menghindari tertukar atau diambil oleh orang lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.