6 Penyebab Rasa Mual Setelah Makan, Jangan Abaikan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rasa Mual yang Mengancam

    Rasa Mual yang Mengancam

    TEMPO.CO, Jakarta - Makan adalah salah satu kegiatan yang wajib dilakukan manusia untuk bertahan hidup. Tanpa makanan, tubuh tidak akan mendapat asupan nutrisi dan energi, juga berarti kita tidak akan bisa melakukan aktivitas apa pun.

    Namun pernahkah kita dihadapkan dengan kondisi rasa mual datang tepat setelah makan? Rasa mual itu jelas membuat perut tidak nyaman dan biasanya berakhir dengan memilih tidak makan lagi dalam satu hari tersebut.

    Tidak hanya setelah makan, beberapa orang bahkan langsung merasa mual saat sedang memakan sesuatu. Walaupun beberapa bilang timbulnya rasa mual ini sebagai tanda munculnya penyakit, sebenarnya ada beberapa sebab lain yang bisa mendatangkan rasa mual saat sedang atau baru saja selesai menyantap sesuatu.

    Artikel lain:
    Ingin Cepat Hamil dan Menjaga Kesuburan, Coba 7 Makanan Ini
    Bahaya Makan Telur Setiap Hari, dari Bisul Sampai Asam Urat
    Lupakan Kosmetik, Cerahkan Kulit Ketiak dengan Bahan Makanan Ini

    1. Alergi
    Penyebab pertama datangnya rasa mual adalah alergi pada makanan tersebut. Tubuh beberapa orang akan memberikan reaksi penolakan dalam berbagai bentuk terhadap sejumlah makanan. Biasanya alergi ini disertai dengan rasa gatal dan/atau kulit yang memerah.

    Untuk mengetahui makanan apa yang membuat alergi, lebih baik langsung melakukan pemeriksaan ke dokter dibanding harus menerka. Namun kita harus ingat apa saja yang masuk ke tubuh.

    2. Keracunan makanan
    Pasti sudah bukan hal yang asing lagi melihat berita-berita tentang sekumpulan orang yang keracunan makanan dan disebut muntah-muntah atau terus merasakan mual dan pusing. Timbulnya rasa mual saat sedang atau setelah makan bisa jadi disebabkan kondisi bahan makanan yang mungkin sudah tidak layak dikonsumsi.

    3. Psikosomatis
    Penyebab ketiga timbulnya rasa mual adalah psikosomatis. Psikosomatis adalah gejala psikologis yang memiliki efek terhadap munculnya respons secara fisik oleh tubuh, salah satunya mual. Psikosomatis biasanya disebabkan stres.

    4. Berbicara saat makan
    Orang tua berpesan kita tidak boleh berbicara saat makan. Bukan semata-mata karena hal tersebut kurang sopan, tapi juga karena dapat mendatangkan rasa mual. Sebab, berbicara saat mengunyah makanan, proses penghalusan makanan tidak akan berjalan dengan baik dan membuat kerja lambung sekian kali lebih keras. Hal ini kemudian berakhir dengan membuat lambung mengeluarkan gas yang terlalu banyak, lalu berakhir dengan rasa mual.

    5. Asam lambung
    Buat yang memang memiliki gangguan asam lambung, pasti sudah tidak asing lagi merasakan mual saat sedang atau setelah makan. Bagi para penderita asam lambung, sangat tidak disarankan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam tinggi, makan dengan cepat, dan sangat disarankan makan teratur serta pilih makanan sehat setiap hari.

    6. Gangguan pada sistem pencernaan
    Penyebab lain timbulnya rasa mual saat sedang atau setelah makan adalah tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan. Biasanya gangguan ini berupa infeksi usus dan lambung, usus buntu, maag, asam lambung, atau bisa berujung pada kanker usus atau kanker lambung.

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.