4 Kiat Hindari Dampak Buruk Terbawa Arus dari Instagram

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bermain sosial media di ponsel. Shutterstock.com

    Ilustrasi bermain sosial media di ponsel. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hidup di zaman sekarang sulit untuk tidak menjauh dari media sosial. Namun cobalah menggunakan media sosial dengan bijak.

    Agar terhindar dari fear of missing out (FOMO) atau kebiasaan berbelanja secara impulsif, ingatlah hal-hal berikut ini saat membuka Instagram.

    #Media sosial bukan kehidupan nyata
    Pahami bahwa dunia yang kita lihat di medsos tidak selalu sama dengan kenyataan. “Di media sosial, biasanya orang hanya ingin menunjukkan sisi terbaik kehidupan mereka,” kata Ted Klontz, konsultan dan psikolog keuangan asal Nashville, Amerika Serikat.

    Menurut Klontz, apa yang kita lihat di medsos tak ubahnya tayangan hiburan. Melihat kehidupan seseorang dari sisi yang hanya mereka ingin tunjukkan bukanlah kenyataan.

    “Dan memang sangat sulit menghindari perasaan (ingin mengikuti gaya hidup orang lain) itu,” kata Klontz.

    Artikel lain:
    Survei: Instagram Buruk buat Kesehatan Mental, Simak Alasannya
    Studi: Instagram Ternyata Bermanfaat bagi Kesehatan
    5 Tips Unggah Foto Makanan di Instagram dari Pakarnya

    #Sadari Anda adalah target iklan
    Terkadang seseorang mengagumi sosok di Instagram membabi buta sehingga apa pun yang orang itu lakukan dan gunakan, ditiru. Sadarlah, Instagram tak ubahnya papan reklame. Iklan produk apa pun ada di sana, melalui foto atau video endorsement. Kepandaian artis, selebgram, dan influencer meramu materi promosi tanpa terkesan berpromosi membuat pengikut sangat mudah terpengaruh membeli barang apa pun yang mereka tampilkan.

    “Bukanlah kebetulan ketika banyak orang di media sosial disponsori perusahaan atau produsen untuk menjual sesuatu,” kata Klontz.

    Ketahuilah, terkadang selebgram dengan sadar mempromosikan barang bukan semata-mata karena sungguh menyukai barang itu, tapi karena terikat kontrak endorsement, dan Anda sebagai pengikut merekalah target iklan itu.

    #Ketahui skala prioritas
    Boneparth mengatakan kunci untuk tidak mudah tergoda mengikuti gaya hidup orang lain di media sosial adalah dengan mengetahui fokus dan skala prioritas kehidupan sendiri. Kebanyakan orang yang mudah terpengaruh adalah mereka yang tidak tahu tujuan dan apa yang penting dalam kehidupan mereka.

    “Generasi milenial seharusnya bisa fokus ke hal-hal yang penting bagi mereka secara finansial daripada menghabiskan uang untuk kepuasan sementara,” kata Boneparth. 

    #Jujur pada diri sendiri
    Selain masalah finansial, alasan tepat Anda tidak perlu mengikuti tren di medsos adalah tidak semua tren cocok dengan kepribadian. Jujurlah kepada diri sendiri, apakah benda yang dibeli, kegiatan yang dilakukan, dan hal-hal lain yang Anda tiru dari medsos sudah sesuai dengan kepribadian? Sayang uang dan waktu apabila Anda hanya ikut-ikutan orang lain.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.