Cara Tya Ariestya Menangani Anaknya Terkena Virus Roseola

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tya Ariestya. Instagram.com

    Tya Ariestya. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tya Ariestya menceritakan pengalaman saat putranya Muhammad Kanaka Ratinggang terkena virus roseola. Dalam akun Instagram-nya, Tya mengunggah foto kebersamaan dengan Kanaka bermain stiker. 

    Tya Ariestya mengungkapkan awalnya Kanaka menderita demam selama tiga hari disertai dengan bintik merah. Dia sempat mengira anaknya terkena campak. Namun setelah berkonsultasi dengan dokter, Kanaka diketahui terkena virus roseola. 

    "Alhamdulillahhhh semalem kanaka udah gak demam lg, kmaren sempet kaget krn banyak merah2 di badannya kanaka dan klo di akumulasi demam kanaka 3hari (tiap malem aja) yg 1hari demam cm di hari pertama aja dan demam nya selalu diatas 39. Tadi nya aku pikir kanaka campak, ternyata setelah konsultasi sm dsa-nya Kanaka kena Roseola," tulis Tya Ariestya dalam keterangan foto yang diunggah Rabu, 4 April 2018.

    Baca juga: Tya Ariestya Pilih-pilih Rezeki karena Anak 

    Tya Ariestya menjelaskan bahwa virus roseola sendiri merupakan virus yang biasanya menyerang bayi atau anak-anak usia 6 bulan hingga 2 tahun. Salah satu gejala yang timbul adalah demam tinggi dan muncul bintik-bintik merah setelah demam turun.

    "Pengobatan roseola dpt dilakukan sendiri di rmh, pastikan buat udara yg sejuk, bs pake diffuser + essential oil utk immune booster jg spy udara lbh bersih, jgn lupa jaga2 penurun demam ya! (antisipasi panas diatas 39 jgn sampe kejang demam)," lanjut Tya.

    Di akhir tulisannya Tya Ariestya menceritakan kondisi terakhir Kanaka yang sudah pulih dari demam. Tya juga sengaja tidak membawa keluar rumah putranya agar tidak menularkan virus ke orang lain.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara