Telat Deteksi, Penyebab Kematian Terbesar Akibat Kanker Payudara

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sorang pasien diperiksa payudarahnya menggynakan alat ultrasound saat pemeriksaan kanker di Paoli-Calmette institute, 9 Oktober 2017. Mammogram dianjurkan untuk wanita muda yang memiliki gejala kanker payudara.  AFP PHOTO / ANNE-CHRISTINE POUJOULAT

    Sorang pasien diperiksa payudarahnya menggynakan alat ultrasound saat pemeriksaan kanker di Paoli-Calmette institute, 9 Oktober 2017. Mammogram dianjurkan untuk wanita muda yang memiliki gejala kanker payudara. AFP PHOTO / ANNE-CHRISTINE POUJOULAT

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker payudara adalah salah satu penyebab kematian terbesar pada perempuan selain kanker rahim. Padahal, jika dideteksi sejak dini, besar kemungkinan kanker payudara bisa disembuhkan hingga 95 persen.

    Menurut Dr. Alfiah Amiruddin MD.MS, pasien kanker sebanyak 40 hingga 70 persen datang dalam kondisi stadium lanjut.

    “Padahal dengan kondisi lanjut, pasien harus menunggu antrian panjang untuk pengobatannya. Sementara, jika dideteksi sejak dini, 95 persen pasien kanker dapat disembuhkan dan dapat menekan biaya pengobatan,” ujar Dr. Alfiah Amiruddin.

    Berdasarkan data dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menunjukkan bahwa posisi pertama dalam pembiayaan terbesar adalah kanker payudara. Posisi ini stagnan dari 2014 hingga 2017. Kemudian, diikuti kanker serviks. Secara global, dua jenis kanker ini berada dalam kondisi yang sama. Pada posisi berikutnya, ditempati oleh kanker paru, rektum, dan ovarium.

    Asisten Deputi Bidang Utilisasi dan Anti Fraud Rujukan BPJS, dr. Elsa Novelia, M.Kes mengatakan, dari tahun ke tahun hingga 2017, pembayaran kanker menelan biaya hingga Rp2,8 triliun.

    “Dari tahun ke tahun memang memakan biaya besar dengan proporsi pembiayaan 17 persen dari biaya JKN,” jelas dr. Elsa Novelia.

    AURA

    Artikel lain:
    Apigenin pada Seledri, Solusi Cegah Kanker Payudara?
    3 Jenis Metode Operasi untuk Penyembuhan Kanker Payudara
    Alasan Dokter Sarankan MRI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.