Senin, 19 November 2018

Pesan Abadi Maya Angelou untuk Seluruh Wanita

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maya Angelou berbicara dalam upacara untuk memberikan penghargaan J. William Fulbright Prize for International Understanding Award kepada Uskup Agung Afrika Selatan Emeritus Desmond Tutu, di Washington, Amerika Serikat, 21 November 2008. REUTERS/Jim Young

    Maya Angelou berbicara dalam upacara untuk memberikan penghargaan J. William Fulbright Prize for International Understanding Award kepada Uskup Agung Afrika Selatan Emeritus Desmond Tutu, di Washington, Amerika Serikat, 21 November 2008. REUTERS/Jim Young

    TEMPO.CO, JAKARTA -  Google Doodle hari ini merayakan hari ulang tahun Maya Angelou, tokoh wanita kulit hitam yang dikenal sebagai penulis puisi dan cerita. Lahir dengan nama Marguerite Annie Johnson pada 4 April 1928, Maya Angelou menghabiskan masa mudanya di Stamps, Arkansas, setelah meninggalkan t. Louis, Missouri, Amerika Serikat.

    Maya Angelou tumbuh dan besar di masa penerapan hukum Jim Crow South yang saat itu diterapkan di Amerika Selatan. Hukum Jim Crow South mengatur hak dan kewajiban yang berbeda antara kulit putih dan kulit hitam selama 1965 sampai 1876.

    Baca juga: Katsuko Saruhashi, Mimpinya Melihat Ilmuwan Perempuan Berkibar

    Mengutip laman Levo, Maya Angelou mulai dikenal dengan tulisan “I Know Why the Caged Bird Sings,” pada tahun 1970 yang mencerminkan masa kecilnya yang sulit. Dia pernah diperkosa pacar ibunya dan bekerja sebagai pelacur.

    Kemudian pada tahun 1971, ia menjadi wanita kulit hitam pertama yang hasil tulisannya diproduksi sebagai film, dengan judul Georgia, Georgia. Tulisan-tulisannya mendapat banyak penghargaan dan telah dinominasikan untuk Penghargaan Tony, EmmyAward dan Hadiah Pulitzer. 

    Maya Angelou dan Oprah Winfrey tertawa bersama saat syuting "Surprise Oprah! A Farewell Spectacular," di Chicago, Amerika Serikat, 17 Mei 2011. Angelou adalah guru bagi Winfrey. Keduanya mulai berteman ketika Winfrey masih menjadi seorang reporter televisi lokal. AP/Charles Rex Arbogast

    Baca juga: Google Doodle: Mudik, Meriah dengan Tumpukan Boks Anda Juga

    "Dia membawa pemahaman tentang dilema dan bahaya dan kegembiraan wanita kulit hitam lebih ke depan daripada hampir semua autobiografer sebelumnya," kata Arnold Rampersad, seorang kritikus sastra dan profesor bahasa Inggris di Stanford University. Menurut Arnold Rampersad, Maya Angelou menantang asumsi tentang seorang gadis kulit hitam yang miskin dari Selatan. Sosok Maya Angelou dikenal berani dan jujur. 

    Salah satu puisinya yang berjudul “Phenomenal Woman” telah menjadi inspirasi banyak wanita karena membicarakan mengenai budaya yang tidak sehat tentang tubuh wanita di seluruh dunia.

     “Wanita cantik bertanya-tanya di mana rahasia saya berada. Saya tidak imut atau dibuat agar sesuai dengan ukuran model fashion,” bunyi puisi tersebut. Dalam puisi yang menjadi pesan abadi ntuk seluruh wanita itu, Maya Angelou juga menyampaikan bahwa pancarkan kecantikan diri sendiri, jangan melihat kecantikan diri sendiri dengan standar orang lain, dan selalu percaya diri. 

    Baca juga: Mengenal Emboli Penyebab Kematian Paula Modersohn-Becker


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.