Dian Pelangi Masuk Forbes 30 Under 30, Bukti Kerja Keras 10 Tahun

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dian Pelangi saat acara trunk show

    Dian Pelangi saat acara trunk show "Dear Paris" di Bunga Rampai Restaurant, Rabu, 18 Oktober 2017. TEMPO | Satria Dewi Anjaswari)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dian Pelangi masuk dalam daftar Fober 30 Under 30 2018. Dia mengungkapkan rasa bangganya, melalui sebuah foto yang diunggah lewatInstagram. 

    Dian Pelangi mengaku tak pernah terpikirkan bisa menjalani kariernya hingga sejauh ini. "10 tahun perjalanan yang mengagumkan. Saat saya melihat ke awal karir saya di industri ini, saya tidak pernah berpikir saya akan sejauh ini, di titik ini, di Forbes 30 under 30 Asia 2018, untuk dua kategori Selebriti dan seni," tulisnya baru-baru ini.

    Awalnya berkarir di dunia fashion, Dian Pelangi hanya ingin mengekspresikan idenya. Dia ingin mengenalkan pada pasar dunia tentang fashion hijab dan membuat orang tuanya bangga.

    Baca juga: Dian Pelangi Ungkap Sosok Berjasa dalam Koleksinya di NYFW 

    Lebih lanjut, desainer 27 tahun itu mengungkapkan bahwa siapapun bisa seperti dirinya. Dia mengatakan meski tak pernah kuliah dan tak ada titel di belakang namanya, tapi berkat kerja keras dia mampu membuktikan kesuksesannya saat ini. 

    Desainer Dian Pelangi bersama Odette Steele dan Nelly Rose usai menampilkan koleksi busana terbarunya di hari ketiga pagelaran mode Jakarta Fashion Week (JFW) 2016 di Senayan City, 26 Oktober 2015. TEMPO/Nurdiansah

    Baca juga: Jurus Dian Pelangi Setiap Solo Traveling

    "Bisa. Walau tangan dan lutut gemetar. Walau gigi gemeretak dan suara parau. Walau jantung berdegup dan mata kunang-kunang. Kamu bisa. Lulusan pesantren dan SMK tata busana yang nggak punya gelar apa-apa di belakang namanya ini aja bisa. Kamu pasti lebih bisa," tutupnya.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.