Buat Wanita yang Bingung Berkarier, Coba Jadi Instruktur Zumba

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zumba Master Class di Hotel Gran Mahakam, Rabu 29 November 2017 (Tempo/Astari Pinasthika Sarosa)

    Zumba Master Class di Hotel Gran Mahakam, Rabu 29 November 2017 (Tempo/Astari Pinasthika Sarosa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki abad ke-21, di masyarakat, wanita yang memilih karier, pada akhirnya masih sering diharapkan untuk berperan baik sebagai seorang ibu, anak perempuan yang mengurus keluarga, atau saudara perempuan yang merawat saudara kandungnya di rumah. Untuk solusi keuangan, para wanita itu berharap menikah atau menyerahkan hal tersebut pada pria.

    Bagaimana caranya agar perempuan dapat melakukan keduanya sekaligus? Mereka mungkin diharapkan untuk berada di kantor dari pagi sampai sore.

    Namun, kini keadaan telah berubah. karier tidak hanya untuk pekerja kantoran. Perempuan, atau bahkan siapapun dapat membangun karier yang sukses tanpa harus menghabiskan 9 jam sehari di depan meja. Kunci kesuksesan tidak dilihat dari berapa jam yang dihabiskan sehari namun seberapa banyak dedikasi yang dikerahkan dalam usaha.

    Hal ini pun sempat menjadi dilema bagi Sandra Bella Nirvana, seorang instruktur Zumba sekaligus pendiri Nirvana Life Indonesia. Sandra Bella, 30 tahun, mendirikan Nirvana Life Indonesia, penyedia jasa trainer di perusahaan BUMN dan swasta di Indonesia sejak 2016.

    “Saya pernah mengalami masa-masa sulit di hidup saya saat saya bekerja sebagai managing director di sebuah perusahaan dan dalam waktu yang bersamaan saya harus merawat ibu saya yang sedang berjuang melawan kanker. Saat itu, saya membutuhkan sebuah pekerjaan yang dapat mendukung finansial saya dan ibu, namun bekerja full-time mengharuskan saya meninggalkan ibu saya, yang seharusnya saya selalu ada di sampingnya,” ujar Sandra. “Saya juga merasa kurang percaya diri dengan berat badan saya saat itu, yang membuat saya lebih stres.”

    Artikel lain:
    Liza Natalia : Zumba Itu Obat Stres Sekaligus Bikin Seksi
    Berapa Kalori yang Terbakar Setelah Zumba 1 Jam
    Liza Natalia Ingin Pecah Rekor Zumba Bersama 25 Ribu Orang

    Orang terdekatnya lah yang akhirnya mengenalkannya dengan salah satu tempat kebugaran di Jakarta untuk menghilangkan stres, menurunkan berat badan, sekaligus memperluas pertemanan untuk keperluan bisnis.

    “Awalnya, saya juga berpikir bahwa ini kesempatan yang baik untuk memperluas jaringan bisnis. Namun, rasanya seperti ada secercah harapan. Saya ingin menjadi instruktur yang seperti itu,” ujar Sandra.

    Instruktur yang dimaksud adalah Olivia Febriani, seorang spesialis Zumba di Indonesia. Dia tidak hanya seorang instruktur yang baik, juga sebagai seorang pengajar, ia memiliki tanggung jawab untuk mensertifikasi atau mengajar instruktur Zumba baru.

    “Dia sosok yang menginspirasi bagi saya. Mulai dari gerakan saat mengajar kelas Zumba sampai menjadi seorang ZES, Olivia lah yang telah memotivasi dan mengajak saya untuk menjadi seorang instruktur,” lanjut Sandra.

    Mengambil tantangan tersebut, Sandra berlatih secara intensif dan usahanya pun berbuah hasil. Sandra pun berhasil menurunkan berat badan 40 kg sekaligus mendapatkan sertifikat mengajar dari Zumba di 2014.

    “Melalui karier saya di Zumba, tidak hanya membantu dari segi finansial untuk saya dan keluarga, namun juga dapat menyeimbangan antara kesehatan dan kehidupan personal, mengajar kelas Zumba, dan merawat ibu saya. Ini rasanya seperti hobi yang dibayar,” tambah Sandra.

    Seperti Sandra, kebanyakan instruktur Zumba memilih mengajar sehari dua sampai tiga kali, yaitu pagi pukul 09.00, sore pukul 17.00 dan malam pukul 19.00 dengan banyak pilihan waktu dan lokasi.

    Dengan waktu mengajar yang hanya satu jam, banyak waktu luang yang perempuan dapat manfaatkan untuk mengurus keluarga ataupun melakukan hobi atau pekerjaan lain. Contohnya, Sandra pernah bertemu seorang instruktur Zumba yang juga pengendara ojek daring.

    “Saya tidak pernah merasa begitu termotivasi sepenuhnya sepanjang hidup. Setelah saya berkeliling ke beberapa negara di Asia, Eropa, dan Australia, saya memiliki tim sendiri. Saya memiliki banyak waktu luang untuk saya, keluarga, dan teman–teman dan yang lebih menariknya lagi, bukan hanya saya yang merasakan kebahagiaan ini,” kisahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.