Cara Salah Bersihkan Vagina Bikin Peradangan, Cek Penjelasannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Miss V

    Ilustrasi Miss V

    TEMPO.CO, Jakarta - Peradangan di area vagina atau vaginitis kerap tak disadari perempuan. Padahal, diperkirakan 30 persen wanita mengalami vaginitis. Penyebabnya mulai virus, parasit, jamur, sampai perubahan keseimbangan antara kuman baik dan jahat.

    Sebagai pencegahan, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Grace Valentine, mengingatkan untuk mengutamakan kebersihan vagina. Selain itu, organ intim ini harus dalam keadaan kering, karena kondisi yang lembap bisa memicu tumbuhnya jamur. Cara membersihkannya juga wajib diperhatikan. Grace mengingatkan untuk menyeka vagina dari arah depan ke belakang.

    "Tidak boleh menyeka dari belakang ke depan, karena di belakang kan ada lubang anus yang mengandung banyak kuman dari feses (kotoran)," ujar Grace dalam diskusi yang diselenggarakan Rumah Sakit Pondok Indah Group pada Kamis, 29 Maret 2018, di Jakarta.

    Menurut Grace, membersihkan area kewanitaan paling aman dengan air. Namun sabun pembersih khusus dengan kadar pH yang tepat boleh digunakan.

    "pH normal area kewanitaan bersifat agak asam. Kalau sabun cuci biasa, pH-nya basa. Jika pH di area ini berubah, kuman jahatnya akan bertambah," tutur Grace.

    Lalu, bagaimana dengan penggunaan tisu basah khusus untuk membersihkan area kewanitaan? Kadar pH dan kandungan tisu basah wajib diperhatikan.

    "Paling aman pakai air, terus dikeringkan dengan tisu atau handuk basah. Sebab, kalau pakai tisu basah, harus dikeringkan lagi memakai tisu," ucap Grace.

    AURA

    Artikel lain:
    Ketahui 5 Sebab dan Cara Mengatasi Gatal pada Vagina
    Bahaya Terlalu Rajin Membersihkan Vagina, Radang sampai Nyeri
    Femilift, Cara Supaya Vagina Sempurna


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.