Hati-hati, Pantyliner Bisa Sebabkan Keputihan, Simak Kata Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembalut wanita/pantyliners. Wisegeek.com

    Ilustrasi pembalut wanita/pantyliners. Wisegeek.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputihan sebenarnya tidak normal tapi kerap dianggap sepele oleh kaum Hawa. Padahal, keputihan yang tak normal merupakan infeksi yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan lain.

    "Jika terus dibiarkan, infeksi bisa menjalar naik ke mulut rahim, masuk ke rahim, lalu ke saluran telur. Akibatnya, saluran telur membesar hingga terjadinya penyakit radang panggul (PID). Atau bisa juga menyebar ke indung telur dan memicu kista berisi nanah," papar dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Grace Valentine, dalam diskusi yang diselenggarakan Rumah Sakit Pondok Indah Group, Kamis, 29 Maret 2018, di Jakarta.

    Meski merupakan kasus yang ekstrem dan jarang terjadi, Grace mengingatkan untuk memperhatikan keputihan yang tidak normal. Disebut tak normal jika lendir yang keluar berwarna putih susu, kuning, atau hijau. Muncul pula rasa gatal berlebihan dan bau amis mirip cuka.

    "Keputihan normal itu lendir putih jernih, tidak gatal dan tidak berbau," ucap Grace.

    Baca juga:
    Miss V Keputihan, Begini Cara Mengatasinya
    Bahaya Terlalu Rajin Membersihkan Vagina, Radang sampai Nyeri
    Kelamaan Pakai Pantyliner Bahayakan Wanita

    Soal penyebab keputihan tak normal ini, salah satu penyebabnya adalah penggunaan pantyliner yang tak tepat. Grace menyarankan pantyliner harus diganti setiap 3-4 jam.

    "Karena pantyliner fungsinya menyerap cairan. Kita selalu berpikiran kalau pantyliner itu kering padahal di dalamnya lembab. Jika tidak sering diganti, akhirnya bisa memicu keputihan," urai Grace.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.