Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

4 Jenis Bullying yang Tidak Kita Sadari tapi Menyakiti Orang Lain

image-gnews
Ilustrasi bullying/risak di kantor. Shutterstock.com
Ilustrasi bullying/risak di kantor. Shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kita pasti sering mendengar soal bullying atau perundungan. Tapi sadarkah kita bahwa bullying tak selalu mengenai kekerasan dan mungkin saja kita pernah melakukannya secara tak sadar. 

Ada banyak cerita dan kasus soal bullying. Banyak yang terjadi di sekolah, kampus, kantor, atau lingkungan. Saat mendengarnya, kita mungkin merasa iba dan kasihan.

Tapi jangan cuma berhenti sampai di situ. Kita pun harus aktif untuk mencegah atau mengurangi soal bullying di sekitar, jangan sampai kita sendiri jadi pelakunya. Seperti apa bullying itu? 

Bullying tak selamanya melakukan penindasan berupa kekerasan. Jadi, jangan salah paham dulu. Bullying sebenarnya mencakup perilaku yang berfokus pada membuat orang lain merasa kecil atau tidak bahagi, termasuk pelecehan, gangguan fisik, ucapan yang berulang kali merendahkan, dan upaya untuk mengucilkan orang lain.

Perlakuan seperti ini biasanya dilakukan oleh seseorang dengan tujuan untuk menjatuhkan orang lain. Ada empat jenis bullying yang harus kita pahami.

Baca juga:
Faktor Pemicu Anak dan Remaja Menjadi Pelaku Bullying
Heboh Bullying: Pelaku Emosional, Bagaimana Karakter Korban?
Kenali 7 Tanda Anak Potensial Menjadi Pelaku Bullying

1. Secara fisik
Physical bullying atau perundungan fisik tentunya menjadi jenis bullying yang paling jelas. Dalam kasus bullying secara fisik, pelaku berusaha untuk mendominasi seseorang secara fisik.

Dalam berbagai kasus, bullying yang menimpa remaja dan anak-anak, hal fisik yang dilakukan bisa berupa menendang, mememukuli, dan kekerasan fisik lain yang membuat korban takut pada pelaku dan menuruti apa yang pelaku inginkan.

2. Secara verbal
Verbal bullying atau perundungan secara verbal bisa jadi sering kita lakukan tanpa sadar atau tanpa memahami bahwa hal tersebut salah.Saat seseorang mem-bully orang lain, biasanya pelaku menggunakan kata-kata yang kasar atau menggunakan bahasa yang merendahkan korban dan membuatnya merasa rendah dan tak percaya diri.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pelaku bullying tipe ini biasanya secara berlebihan mengejek orang lain, mengatakan hal-hal yang meremehkan dan menggunakan banyak sarkasme dengan maksud untuk menyakiti perasaan orang lain atau mempermalukan korban di depan orang lain.

Kalau kita sering mengejek teman dan mengatakan hal-hal yang merendahkan, itu termasuk bullying. Hal yang menurut kita hanya ejekan remeh bisa saja sangat melukai orang lain. Jadi, pikirkan baik-baik sebelum mengatakan sesuatu ke orang lain.

3. Secara emosi
Emotional bullying melibatkan emosi dan lebih halus dibandingkan bullying secara verbal. Bullying secara emosi biasa dilakukan pelaku dengan tujuan agar korbannya merasa terisolasi, sendiri,dan membuatnya depresi. Contohnya kalau ada orang yang kemudian menghasut orang lain atau menyebarkan rumor agar seseorang dikucilkan, itu termasuk bullying secara emosional.

Pelaku memang tak secara langsung mengatakan hal jahat ke korbannya. Namun korban biasanya akan dijauhi oleh orang lain dan menjadi bulan-bulanan.

4. Lewat siber
Cyber bullying atau perundungan secara siber atau lewat dunia maya juga jadi masalah yang nyata. Masyarakatsekarang memang tak bisa lepas dari internet. Tapi hati-hati, jangan sampai kita jadi pelaku cyber bullying, yang biasanya terjadi di media sosial dengan tujuan untuk mempermalukan atau menindas seseorang.

Media sosial itu ruang publik. Bayangkan bagaimana perasaan seseorang yang dipermalukan atau ditindas dan banyak orang yang mengetahuinya. Rasanya seperti tak punya tempat di dunia maya. Cyber bullying bisa dilakukan perorangan atau bersama teman-teman yang ikut menjatuhkan seseorang di media sosial.

TEEN

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Agensi Jeon Jong Seo Bantah Tuduhan Bullying dan Siap Tempuh Jalur Hukum

12 hari lalu

Jeon Jong Seo. Foto: Instagram/@andmarq_official
Agensi Jeon Jong Seo Bantah Tuduhan Bullying dan Siap Tempuh Jalur Hukum

Agensi memastikan kasus bullying yang dituduhkan kepada Jeon Jong Seo tidak benar dan mereka akan menempuh jalur hukum.


Dramanya Baru Tamat, Jeon Jong Seo Dituduh Lakukan Bullying di Sekolah

12 hari lalu

Jeon Jong Seo dalam drama Wedding Impossible. Dok. Prime Video
Dramanya Baru Tamat, Jeon Jong Seo Dituduh Lakukan Bullying di Sekolah

Pemeran utama Wedding Impossible, Jeon Jong Seo dituduh melakukan bullying di sekolah sebelum dia dan keluarganya pindah ke Kanada.


Agensi Bantah Song Ha Yoon Lakukan Bullying di Sekolah 20 Tahun Lalu

14 hari lalu

Song Ha Yoon dalam drama Marry My Husband. Dok. Prime Video
Agensi Bantah Song Ha Yoon Lakukan Bullying di Sekolah 20 Tahun Lalu

Agensi membantah rumor Song Ha Yoon menjadi pelaku bullying di sekolahnya 20 tahun lalu.


Proses Diversi Kasus Bullying di Binus School Serpong Gagal, Keluarga Korban Pilih Dilanjutkan ke Proses Hukum

28 hari lalu

Suasana di depan sekolah internasional Binus School Serpong pasca viralnya berita  perundungan di antara siswanya di Tangerang, Banten, Rabu, 21 Februari 2024. Pihak sekolah memastikan seluruh siswa yang terlibat kasus perundungan oleh geng pelajar Binus sudah dikeluarkan dari sekolah. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Proses Diversi Kasus Bullying di Binus School Serpong Gagal, Keluarga Korban Pilih Dilanjutkan ke Proses Hukum

Keluarga anak korban bullying geng pelajar Binus School Serpong enggan berdamai. Mereka tetap akan melanjutkan kasus ke proses hukum.


KPAI Terima 141 Aduan Kekerasan Anak Sepanjang Awal 2024, 35 Persen Terjadi di Sekolah

35 hari lalu

Ilustrasi persekusi, bullying. Shutterstock
KPAI Terima 141 Aduan Kekerasan Anak Sepanjang Awal 2024, 35 Persen Terjadi di Sekolah

Sepanjang awal 2024, KPAI mencatat ada 46 kasus anak mengakhiri hidup akibat kekerasan anak, yang hampir separuhnya terjadi di satuan pendidikan.


Kuasa Hukum Korban Perundungan Geng Tai Binus School Serpong Minta 4 Pelaku Segera Ditahan

37 hari lalu

Geng Tai Binus School Serpong Beri Keuntungan ke Anggota: dari Uang Parkir hingga Derajat Dinaikkan
Kuasa Hukum Korban Perundungan Geng Tai Binus School Serpong Minta 4 Pelaku Segera Ditahan

Kuasa hukum korban perundungan Geng Tai SMA Binus School Serpong meminta agar empat tersangka segara ditahan.


Sudah Ada 9 Generasi, Aksi Perundungan di Geng Tai Muncul Sejak 4 Tahun Terakhir

37 hari lalu

Binus School Serpong. Tempo/Muhammad Iqbal
Sudah Ada 9 Generasi, Aksi Perundungan di Geng Tai Muncul Sejak 4 Tahun Terakhir

Aksi perundungan Geng Tai di Binus School Serpong sudah terjadi sejak empat tahun lalu.


Kasus Bullying Binus School, Korban Ingin Bergabung ke Geng GT untuk Dapat Tempat Parkir

38 hari lalu

Binus School Serpong. Tempo/Muhammad Iqbal
Kasus Bullying Binus School, Korban Ingin Bergabung ke Geng GT untuk Dapat Tempat Parkir

Polres Tangerang Selatan menetapkan delapan anak berhadapan dengan hukum (ABH) dan empat orang tersangka dalam kasus bullying di Binus School Serpong.


Artis VR dan AS Datangi Rumah Korban Bullying di Binus School Serpong, Minta Maaf atas Ulah Anaknya

39 hari lalu

Suasana di depan sekolah internasional Binus School Serpong pasca viralnya berita  perundungan di antara siswanya di Tangerang, Banten, Rabu, 21 Februari 2024. Pihak sekolah memastikan seluruh siswa yang terlibat kasus perundungan oleh geng pelajar Binus sudah dikeluarkan dari sekolah. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Artis VR dan AS Datangi Rumah Korban Bullying di Binus School Serpong, Minta Maaf atas Ulah Anaknya

Artis VR dan eks anggota DPR RI berinisial AS mendatangi rumah korban perundungan yang diduga dilakukan oleh anak-anak mereka di Binus Serpong


Pakar Hukum Pidana Sarankan Penyelesaian Kasus Bullying Siswa Binus di Peradilan sebagai Upaya Penjeraan

42 hari lalu

Penetapan tersangka dan ABH dalam kasus bullying geng pelajar Binus School Serpong di Mapolres Tangerang Selatan, Jumat 1 Maret 2024. TEMPO/Muhammad Iqbal
Pakar Hukum Pidana Sarankan Penyelesaian Kasus Bullying Siswa Binus di Peradilan sebagai Upaya Penjeraan

Pakar hukum pidana menilai penyelesaian kasus bullying siswa Binus tak hanya dilakukan dengan mediasi.