Rabu, 24 Oktober 2018

Hubungan dengan Mertua Kurang Harmonis, Lakukan 3 Langkah Ini

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita kesayangan mertua. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita kesayangan mertua. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam sebuah pernikahan menjaga hubungan baik dengan mertua juga bagian dari keharmonisan rumah tangga. Umumnya ketidakakuran dalam keluarga terjadi antara menantu perempuan dengan ibu mertua.

    Menurut dosen dari Universitas Amerika, Dr. Yvonne K. Fullbright mengatakan, yang merasakan efek tertekan dari mertua jutek adalah menantu. Jika hubungan dengan mertua membuat Anda stres, maka ada tiga langkah yang bisa ditempuh.

    1. Duduk dan renungkan
    Sebelum bertindak, Anda harus berpikir dan merenungkan apa penyebab mertua tidak menyukai Anda. “Temukan tempat yang sepi di mana Anda bisa mencatat semua hal yang mungkin menyebabkan mertua Anda bersikap jutek. Pertimbangkan pula apakah perilakunya merupakan efek dari masalah yang tengah ia hadapi," ujarnya. 

    Bersikaplah objektif dalam situasi ini. Cermati, apakah yang dikeluhkannya memang benar adanya. "Jika ya, Anda harus menerima dan memperbaiki diri. Jika ia bersikap jutek karena kurangnya perhatian anak terhadapnya, maka bicarakan dengan suami Anda,” saran Fullbright.

    “Anda harus bersikap berdasarkan akal sehat dan hadapi dengan tenang. Marah-marah akan membuat keadaan semakin buruk. Selalu diam akan membuat Anda terus diinjak. Ingat, bahwa Anda dan keluarga kecil Anda sangat berharga. Kehadiran orang yang berlaku positif dan mendukung mutlak diperlukan termasuk mertua. Pintar-pintarlah mengambil hatinya dengan membuktikan bahwa Anda tidak seperti yang ia pikirkan,” tutupnya.

    Tentu saja, ini butuh waktu, kesabaran, ketenangan, dan ketelatenan. Artikel lain: 13 Cara agar Disayang Ibu Mertua 

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.