Pamela Bowie Suka Make Up Alami, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pamela Bowie. TEMPO/Nurdiansah

    Pamela Bowie. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Pamela Bowie, 24 tahun, melangkah di karpet merah film Hongkong Kasarung dengan gaun berwarna salem. Kesan kalem dan elegan makin kuat berkat riasan wajahnya yang alami 

    Selain itu, Pamela Bowie membawa dompet berukuran kecil berwarna senada dengan garis emas pada tepi untuk memercikkan kesan glamor.

    Penampilannya itu dipuji wartawan dan tamu yang hadir. Pamela mengaku tengah jatuh hati dengan konsep riasan effortless.

    “Saya menyukai konsep riasan effortless, seolah tidak mengenakan riasan padahal tetap pakai. Kesan yang ingin didapat, natural sekaligus elegan. Bukan berarti saya anti merias wajah dan menata rambut. Saya hanya kurang menyukai riasan yang meriah dan menor,” ungkap Pamela Bowie.

    Lewat riasan wajah berkonsep effortless, bintang sinetron “Ganteng-ganteng Serigala Return” dan “Cinta Cenat Cenut” ingin menyampaikan pesan, merias wajah tidak harus berakhir dengan menor. Dengan merias wajah, perempuan tetap bisa menjadi diri sendiri.

    “Riasan wajah dan rambut semestinya mencerminkan kepribadian kita yang sesungguhnya. Make up jangan sampai mengubah kepribadian melainkan menegaskan identitas. Esensi merias wajah bagi saya adalah menajamkan karakter diri. Itu sebabnya saya tidak punya panutan dalam merias wajah. Saya tidak berkiblat ke artis luar negeri tertentu. Ndilalah, konsep effortless beauty menjadi tren beberapa tahun terakhir. Saya pun tipe yang maunya simpel dan praktis,” jelas Pamela.

    AURA

    Artikel lain:
    Alasan Remaja Belum Boleh Merias Wajah
    Beda Lip Tint dan Lip Cream agar Bibir Terasa Lebih Ringan
    Rahasia Bennu Sorumba Jadi Makeup Artist Sukses, Gaya Berani

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.