Transgender seperti Dinda Syarif Tak Menular, Apa Maksudnya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinda Syarif. instagram.com

    Dinda Syarif. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mencuatnya isu transgender pedangdut Lucinta Luna membuat kita teringat pada Dinda Syarif. Model transgender ini baru saja mengikuti kontes kecantikan waria Miss International Queen di Thailand.

    Transgender adalah orang yang memiliki identitas gender atau ekspresi gender yang berbanding terbalik dengan jenis kelamin yang telah diperoleh saat lahir. Banyak orang berasumsi bahwa ketika seseorang bergaul dengan seorang transgender, maka orang tersebut akan ikut menjadi transgender.

    Hal tersebut tidak dibenarkan oleh seorang psikolog keluarga Kasandra Putranto. Ia menjelaskan bahwa transgender bukan sesuatu yang dapat menjadikan seseorang berperilaku yang sama.

    “Transgender tidak menular, kecuali ada beberapa kasus merupakan suatu pilihan terkait hak yang lebih besar pada pria,” ungkap Kasandra.

    Ia juga mencontohkan maksud dari "pilihan terkait hak" seperti di benua Eropa, yang tidak mengizinkan perempuan untuk memimpin keluarga dan mengurus aset hingga ada seorang perempuan yang pada akhirnya memutuskan untuk memilih menjadi seorang laki-laki.

    “Seorang perempuan memilih menjadi laki-laki dengan konsekuensi tidak menikah demi dapat berperan sebagai pemimpin keluarga,” jelasnya.

    Jadi transgender tidaklah menular, namun hal tersebut lebih kepada sebuah pilihan terkait dengan hak yang dimiliki tiap individu. Masing-masing transgender menurut Kasandra mempunyai alasan dan kondisi yang berbeda-beda yang menimbulkan pilihan untuk menjadi seorang transgender.

    Baca juga:
    3 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Memutuskan Jadi Transgender
    Demi Tampil Cantik, Lucinta Luna Rela Keluarkan Rp 1 Miliar
    Psikolog: 3 Faktor Orang Jadi Transgender seperti Dinda Syarif


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.