Psikolog: 3 Faktor Orang Jadi Transgender seperti Dinda Syarif

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinda Syarif, seorang transgender yang berhasil membawa gelar Best National Costume dari kontes kecantikan transgender tingkat dunia, Miss International Queen, dipuji oleh netizen karena kejujurannya yang mengaku dirinya sebagai transgender. instagram.com

    Dinda Syarif, seorang transgender yang berhasil membawa gelar Best National Costume dari kontes kecantikan transgender tingkat dunia, Miss International Queen, dipuji oleh netizen karena kejujurannya yang mengaku dirinya sebagai transgender. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama pedangdut Lucinta Luna dan isu transgender ramai beredar belakangan ini. Transgender lain, Dinda Syarif, pun ikut jadi perbincangan. Dinda adalah peserta kontes kecantikan transgender Miss International Queen 2018 di Thailand dan memenangi kategori Kostum Terbaik.

    Ramainya isu transgender belekangan ini pun membuat orang ingin tahu lebih banyak soal pergantian kelamin ini. Seseorang yang memutuskan untuk menjadi transgender biasanya adalah yang merasa kepribadiannya tidak sesuai dengan jenis kelaminnya, misalnya laki-laki yang berpenampilan layaknya wanita atau sebaliknya.

    Faktanya, transgender secara klinis masih dianggap menyimpang. Hal itu dikarenakan , “Seseorang mempunyai konsep diri yang tidak sesuai dengan realitas fisiknya,” tutur Kasandra Putranto, psikolog keluarga.

    Dugaan adanya beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang memilih menjadi transgender, menurut Kasandra, yaitu faktor kromosom, neuropsikologis, dan hormonal.

    Baca juga:
    3 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Memutuskan Jadi Transgender
    Ajali Lama, Model Transgender Pertama di Lakme Fashion Week

    #Faktor kromosom
    Ini adalah faktor genetik, merupakan bawaan yang akan mempengaruhi perilaku seseorang karena kromosomnya. Contohnya laki-laki dengan sindrom klinefelter, yaitu kelainan genetik pada laki-laki yang diakibatkan oleh kelebihan kromosom X. Normalnya, laki-laki hanya memiliki kromosom seks berupa XY. Namun penderita sindrom ini umumnya memiliki kromosom XXY. Kelainan kromosom tersebut membuat laki-laki berkelakuan seperti perempuan.

    #Faktor neuropsikologis
    Faktor yang dipengaruhi oleh lingkungan dan psikologis seseorang. Kasandra mengatakan, “Umumnya seseorang merasakan perasaan tidak nyaman dan tertekan karena merasa berada di tubuh yang salah."

    Maka, lingkungan dan psikologis seseorang yang tertekan tersebut menjadi salah satu pendukung yang menyebabkannya memilih jadi transgender.

    #Faktor hormonal
    Faktor bawaan dan hampir sama dengan faktor kromosom, yaitu faktor genetik yang ada dalam diri seseorang karena ada masalah ketidakseimbangan hormon. Hal itu juga dapat membuat seseorang berperilaku tidak sesuai dengan realitas fisiknya. “Masalah terburuk yaitu jika dorongan dalam diri untuk berubah sudah kuat, dapat menimbulkan konflik yang berkembang ke arah depresi,” kata Kasandra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.