Berantem dengan Pasangan, Ketahui Cara Kompromi yang Tepat

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bermasalah/bertengkar. Shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan bermasalah/bertengkar. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika menghadapi sebuah konflik, Anda dan pasangan harus tetap memiliki rasa saling menghormati meski memiliki perbedaan pandangan. Utarakan apa yang menjadi poin dalam permasalahan. Saling mendengarkan dan jangan dipotong sebelum pasangan selesai bicara. 

    “Setiap individu memiliki hak untuk berpendapat. Sampaikanlah secara bergantian dan dengarkanlah apa yang menjadi poin dari argumentasi pasangan Anda. Intinya, kita semua perlu untuk didengarkan dan dimengerti oleh orang yang paling dicintai,” ujar psikolog klinis sekaligus pendiri situs hubungan eHarmony, Dr. Neil Clark Warren.

     
    Selanjutnya, tunjukkan bahwa Anda siap dan bersedia untuk mencari jalan tengah. Hal ini bisa dilakukan melalui bahasa tubuh seperti sikap mendengarkan dengan seksama dan menggunakan mimik wajah yang penuh perhatian. Setelah menggunakan bahasa tubuh, Anda bisa menggunakan kata-kata lembut yang mendamaikan.  
     
    Ilustrasi pasangan bertengkar. Shuttterstock
     

    Terakhir, tarik sebuah kesimpulan dari perdebatan itu. Anda dan pasangan harus saling memberi penghargaan satu sama lain atas proses penyelesaian konflik yang telah dilalui. Dengan begitu, hubungan Anda akan jauh lebih kuat.  

    Baca juga: Stop 7 Hal yang Memperburuk Pertengkaran dengan Pasangan

    “Penting tidak hanya untuk mencoba dan menyelesaikan konflik dengan hati-hati tetapi juga untuk menghargai pencapaian yang telah Anda dan pasangan lakukan. Dengan mengatakan kepada pasangan bahwa Anda menghargai bagaimana kalian menangani konflik dengan cara yang baik, maka hubungan kalian akan jauh lebih kuat dan romantis,” ujar Warren.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.