Hati-hati, Sekolah Bisa Jadi Tempat Penyebaran Kudis

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua antar anaknya ke sekolah. skim.gs

    Ilustrasi orang tua antar anaknya ke sekolah. skim.gs

    TEMPO.CO, Jakarta - Para orang tua biasanya hanya khawatir anaknya tertular flu atau batuk di sekolah. Bagaimana dengan penyakit kulit seperti kudis?

    “Kudis sangat menular, tapi juga sangat bisa diobati,” begitu pernyataan dari pihak Rumah Sakit Winchester di Amerika Serikat kepada Boston Globe.

    Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 100 juta orang di muka bumi terserang kudis, terutama mereka yang tinggal di area padat dengan kondisi yang buruk. Penyakit ini juga gampang menular melalui kontak kulit, termasuk pada anak-anak di sekolah.

    Apa itu kudis?
    Kudis adalah infeksi akibat gigitan kutu yang disebut Sarcoptes scabiei. Kutu mini ini bersarang di kulit serta menyebabkan rasa gatal dan merah. Kutu bertelur dan berkembang biak di kulit, lalu membuat infeksi menyebar. Ketika penderita berinteraksi dan melakukan kontak fisik dengan orang lain, infeksi pun menular. Di sekolah, anak-anak sering melakukan kontak fisik saat bermain sehingga rentan tertular kudis, terutama murid-murid sekolah dasar yang masih sangat muda.

    Gejala kudis biasanya baru terlihat enam minggu sejak pertama terinfeksi. Ketika gejala muncul, penderita akan merasa gatal di area yang terinfeksi. Akibatnya, tangan pun ikut gatal untuk menggaruk dan menyebabkan infeksi makin melebar ke area lain.

    Kudis biasanya muncul di tangan bagian bawah dan pergelangan tangan, juga di sela-sela jari, telapak kaki, sekitar mata kaki, dan kadang di kepala. Tak jarang kudis sampai berkerak karena banyaknya kutu yang bersarang sehingga lebih berbahaya. Bila penyakit ini tak segera diobati, bisa terjadi komplikasi, seperti sepsis dan kerusakan ginjal.

    Bagaimana mencegahnya?
    Kudis juga bisa menyerang orang yang bersih dan rapi. Karena itu, bila ada kerabat yang sedang menjalani perawatan kudis, kita pun harus menjalani perawatan itu. Untuk mencegah penyebaran, rutinlah mencuci seprai, handuk, taplak meja, dan serbet, serta bersihkan seluruh rumah. Perhatikan apakah anak-anak merasa gatal di area tertentu tubuhnya dan segera bawa mereka ke dokter bila melihat gejala kudis. Dokter biasanya akan memberikan salep dan obat minum untuk penyembuhan dari luar dan dalam.

    YAYUK

    Artikel lain:
    Kulit Merah dan Gatal, Awas Eksim
    Salah Kaprah tentang Berendam di Air Belerang
    Penyakit Legiuner Bikin Panik Disneyland, Apa Penyebab, Gejala?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.