Jangan Sembarangan Operasi Plastik di Mata, Ini Penjelasan Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi operasi kantung mata. Shutterstock

    Ilustrasi operasi kantung mata. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak semua rumah sakit bisa menangani tindakan operasi plastik mata atau okuloplasti karena ada kondisi-kondisi tertentu pasien yang belum tentu cocok menerima perawatan ini. Tindakan bedah plastik mata, baik untuk perbaikan fungsi penglihatan maupun guna meningkatkan keindahan penampilan mata, harus dilakukan oleh dokter spesialis mata yang biasa menangani prosedur okuloplasti.

    "Okuloplasti dapat menimbulkan efek kelopak mata tidak dapat ditutup dengan sempurna ektropion," ujar Setiyo Budi Riyanto, dokter mata di Rumah Sakit Jakarta Eye Center.

    Ektropion adalah pinggir kelopak mata bawah menjauhi bola mata atau berputar ke arah luar. Efek lainnya yakni mata sering pendarahan di belakang bola mata yang dapat menurunkan ketajaman penglihatan.

    Dia menjelaskan, okuloplasti pada prinsipnya bertujuan untuk meningkatkan fungsi dan penampilan mata. Dokter spesialis mata yang memiliki keahlian bedah plastik mata akan melakukan bedah plastik apabila indikasinya jelas dan niat pasien sudah bulat.

    Baca juga:
    Ini Bahayanya Operasi Plastik
    4 Risiko Operasi Plastik pada Remaja
    Bukan Hanya Kecantikan, Operasi Plastik Juga Baik untuk Kesehatan

    Lebih teknis, okuloplasti dilakukan untuk memperbaiki kelainan-kelainan yang ada pada kelopak mata, tulang-tulang rongga mata, kantung bola mata (soket), dan sistem saluran air mata kosmetik, atau membuat kondisi yang sudah normal menjadi lebih indah.

    Adapun rekonstruksi kelainan-kelainan yang dapat diperbaiki antara lain kelainan karena trauma atau cedera, yaitu sobekan pada kelopak mata. Kelainan karena cedera tulang-tulang rongga mata dapat menyebabkan bola mata masuk ke dalam (cekung) maupun menonjol ke luar. Kemudian, kelainan-kelainan bawaan pada kelopak, tulang rongga mata (orbita), serta saluran air mata, dan kantung bola mata (soket).

    Selanjutnya kelainan yang disebabkan oleh tumor kelopak ataupun tumor di belakang bola mata, kelainan karena proses penuaan, seperti entropion involutional (kelopak bawah berputar ke dalam/ke atas bola mata sehingga bulu mata akan menusuk-nusuk kornea yang dapat berakibat kekeruhan pada kornea).

    Ada juga kelainan saluran ekskresi air mata yang terjadi karena infeksi yang mengakibatkan mata berair dengan pembengkakan pada pangkal hidung (dacryocystitis).

    Apakah hasil operasi dapat bertahan lama? Menurut Setiyo, hasil dari okuloplasti tergantung dari bakat bawaan dan faktor gaya hidup pasien, tetapi secara umum hasilnya dapat bertahan untuk waktu yang cukup lama.

    "Pada umumnya pasien senang dengan penampilan mereka selama bertahun-tahun setelah dilakukannya operasi," jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.