Setelah Rambut, Kini Muncul Tren Bulu Mata Ombre

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tren bulu mata ombre. Instagram/@joannakellerbeautique

    Tren bulu mata ombre. Instagram/@joannakellerbeautique

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren warna rambut ombre sempat digemari tahun lalu. Kini muncul tren warna ombre pada bulu mata. Prinsipnya sama seperti tren warna ombre pada rambut, yaitu penggunaan warna terang pada bagian ujung bulu mata. 

    Hasilnya, bulu mata terlihat lebih cantik dan tentu memengaruhi penampilan secara keseluruhan. Untuk mendapatkan warna ombre tidak menggunakan maskara, tapi bulu mata extension. Jadi selain bulu mata jadi lebih berwarna, extension bulu mata ombre akan membuat bulu mata terlihat lebih panjang dan cantik.

    Baca juga: Kata Ahli Jika Ingin Ekstensi Bulu Mata  

    Tren bulu mata ombre kini sedang ngehits nih Teens (dok. Instagram @joannakellerbeautique)
    (dok. Instagram @joannakellerbeautique)

    Bulu mata ombre ini dipelopori oleh salon di Vancouver, Kanada, yang bernama Joanna Keller Beautique. Tren bulu mata ini hadir karena terinspirasi dari tren rambut ombre yang disukai oleh banyak orang. 

    Baca juga: Kiat Tampil Memikat dengan Bulu Mata Palsu 

    Tren bulu mata ombre kini sedang ngehits nih Teens (dok. Instagram @joannakellerbeautique)
    (dok. Instagram @joannakellerbeautique)

    Bulu mata ombre extension ini memiliki dasar hitam dan ujungnya berwarna-warni mulai dari warna merah muda hingga orange dan biru. Meskipun saat menggunakan bulu mata ombre penampilan akan terlihat mencolok, tren ini disambut dengan baik oleh banyak wanita.

    Baca juga: Yang Wajib Dihindari Pengguna Extension Bulu Mata 

    Tren bulu mata ombre kini sedang ngehits nih Teens (dok. Instagram @joannakellerbeautique)
    (dok. Instagram @joannakellerbeautique)

     

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.