Kamis, 21 Juni 2018

Dokter Jelaskan Alasan Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penyakit Lupus. entresemana.mx

    Ilustrasi penyakit Lupus. entresemana.mx

    TEMPO.CO, Jakarta - Lupus adalah penyakit kronis yang dapat merusak berbagai area tubuh, termasuk kulit, sendi, dan organ. Tercatat 9 dari 10 orang dewasa penderita lupus adalah wanita. Namun beberapa wanita hanya memiliki gejala ringan.

    Lupus bisa menimbulkan masalah parah. Karena itu, wanita dengan lupus harus sangat berhati-hati. Dilansir dari Women’s Health, Lupus paling sering terjadi pada wanita usia 15 sampai 44 tahun. Biasanya terjadi di tahun-tahun saat sedang memiliki anak.

    Menderita lupus menimbulkan banyak risiko masalah kesehatan. Masalah yang paling sering terjadi karena lupus adalah penyakit jantung, osteoporosis, dan penyakit ginjal.

    Lupus dapat mempengaruhi hampir semua organ tubuh. Gejala lupus juga berbeda pada setiap orang. Contohnya, satu wanita dengan lupus mungkin memiliki lutut bengkak dan demam. Wanita lain mungkin selalu merasa lelah atau mengalami masalah ginjal.

    Artikel terkait:
    Mayoritas Penderita Penyakit Lupus Perempuan, Cek 10 Gejalanya
    9 Gejala Lupus yang Sering Dianggap Penyakit Lain
    Kenali Penyakit Lupus yang Diderita Selena Gomez  

    Seiring waktu, gejala baru bisa berkembang atau beberapa gejala mungkin terjadi lebih jarang. Perhatikan beberapa hal berikut untuk mengurangi kemungkinan gejala menjadi lebih buruk.

    Hal-hal sederhana seperti mengurangi stres, membatasi waktu di bawah sinar matahari dan lampu neon, memiilih makanan sehat, cukup tidur dan istirahat, dan cuku berolahraga.

    Kebanyakan wanita mendapat diagnosa lupus di masa reproduksi. Hal tersebut memberi petunjuk kepada para peneliti mengapa penyakit ini jauh lebih umum pada wanita muda daripada pria.

    "Ini benar-benar menunjukkan bahwa faktor reproduksi, terutama hormon, berperan dalam meningkatkan kemungkinan lupus pada orang-orang yang secara genetik cenderung mendapatkannya," ujar Grant Hughes, M.D., rematolog di Pusat Medis Harborview dan Pusat Medis Universitas Washington di Seattle, Amerika Serikat, dikutip dari UW Medicine.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Hadiah Juara Piala Dunia Terus Melonjak

    Sejak digelar pada 1982, hadiah uang tunai untuk tim pemenang Piala Dunia terus meningkat. Berikut jumlah duit yang diterima para jawara global ini.