Minggu, 23 September 2018

Suntik Filler dan Operasi Plastik Bikin Ketagihan? Ini Kata Ahli

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi filler/botox. Shutterstock

    Ilustrasi filler/botox. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada beberapa cara mengubah wajah dengan tujuan mempercantik diri. Misalnya, melalui bedah besar atau suntik filler dan tindakan sejenisnya.

    Menurut Tompi, penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, mengubah wajah agar terlihat lebih menarik dengan tindakan tersebut tak ada yang salah. Namun sekali seseorang merasa puas dengan tindakan operasi plastik, bukan tak mungkin pasien tersebut akan melakukan tindakan lainnya agar terlihat lebih menarik lagi alias ketagihan.

    Baca juga: Filler, Cantik Instan tanpa Rasa Sakit

    "Gini sekarang saya tanya. Kalau perempuan beli tas satu, pasti pengin tas lagi. Tapi, kalau enggak ada duit, mau beli tas pasti mikir makan dulu. Operasi juga seperti gitu. Begitu sudah cakep, ada saja yang mesti di-bagusin. Ya itu manusiawi, tinggal manusiawinya disekolahkan supaya tahu remnya," ujar Tompi ditemui di Shangrilla Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Maret 2018.

    Karena itu, sebelum melakukan tindakan operasi plastik, menurut Tompi, seseorang butuh memenuhi prosedur. Misalnya, dari segi umur.

    Baca juga: Filler Bikin Wajah Kaku, Mitos atau Fakta?

    "Ada prosedur yang harus nunggu strukturnya dewasa atau struktur pertumbuhan tulangnya berhenti, ada yang bisa lebih awal dari itu. Namun rata-rata harus matang secara umur, 17 tahun ke atas atau matang secara psikologis. Jadi operasi itu harus maunya dia, jangan mau mamanya, jangan mau pacarnya, ntar kalau putus gimana," kata pria berdarah Aceh tersebut.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.