Kamis, 21 Juni 2018

Tips agar Kembali Semangat Bekerja setelah Lama Istirahat

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wawancara kerja. shutterstock.com

    Ilustrasi wawancara kerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Apakah Anda selama ini rehat dari pekerjaan untuk mengurus keluarga, merawat orang tua yang sudah renta, atau pergi menjelajahi dunia? Lama tak bergelut dengan pekerjaan terkadang bisa bikin kangen untuk kembali berkarya.

    Tak jarang seseorang yang sudah lama berpisah dari pekerjaan memiliki dorongan dan keinginan untuk kembali ke dunia kerja. Tapi, saat akan melamar pekerjaan, timbul perasaan bingung. Apa yang harus dicantumkan pada resume? Jawaban apa yang sebaiknya Anda berikan kepada pewawancara bila mereka menanyakan tentang masa istirahat Anda.

    Lama istirahat dari dunia kerja tentu akan ada jarak waktu yang panjang antara pekerjaan yang terakhir, sebelum memutuskan hiatus, dengan yang sekarang. Kondisi tersebut pastinya akan menggugah rasa penasaran pewawancara untuk menanyakannya kepada Anda.

    Jangan sampai Anda terjebak dengan pertanyaan pewawancara mengenai hal ini dan pastikan juga Anda bisa memberikan jawaban yang mereka inginkan. Untuk mengatasinya, Anda bisa mencoba beberapa tips dari Time berikut.

    Tips lain:
    Kiat Mempertahankan Hubungan Cinta yang di Ambang Kehancuran
    Anak Suka Corat-coret Dinding. Tenang, Ini Tips Membersihkannya
    Kiat Merawat Sepatu Kulit agar Tak Cepat Rusak dan Berbau

    1. Tambah nilai diri
    Langkah pertama adalah melakukan penyelidikan. Luangkan waktu terlebih dahulu untuk menyelidiki bagaimana keadaan dunia kerja saat ini, perubahan yang terjadi di dunia kerja selama hiatus dan bagaimana diri Anda telah berubah.

    Jika ingin kembali menggeluti bidang kerja yang pernah Anda geluti sebelumnya, perbarui diri dengan membaca buku, majalah, dan laporan industri untuk mendapatkan gambaran terkini. Cari kursus online berbiaya murah atau bahkan gratis untuk meningkatkan keahlian.

    "Berikan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda juga tetap sibuk berkegiatan selama hiatus," kata pelatih karier Chicago-area Lauren Milligan.

    2. Cerdas manfaatkan jaringan
    Jangan langsung menghubungi mantan atasan atau rekan kerja seangkatan untuk mendapatkan kesempatan bekerja kembali di tempat kerja terdahulu.

    "Lihatlah rekan kerja yang sebelumnya berada di posisi junior di tempat kerja lama," kata Carol Fishman Cohen, CEO iRelaunch.

    Mereka mungkin kini telah naik jabatan dan mungkin berada dalam posisi yang bisa mempekerjakan atau mengarahkan ke seseorang yang bisa membantu mempekerjakan Anda. Kesempatan bekerja atau informasi lowongan pekerjaan sering kali juga dapat ditemukan di luar lingkaran profesional, catat Lindsay Witcher dari perusahaan RiseSmart outplacement.

    Misalnya, Anda seorang ibu rumah tangg dan bisa memberitahu teman-teman di kelompok sosial bahwa Anda sedang mencari peluang kerja.

    3. Fokus pada pelajaran yang didapat
    Sertakan keterampilan selama hiatus. Jika membantu orang yang sakit, mungkin Anda bisa menciptakan anggaran dan menavigasi sistem rumah sakit. Masukkan prestasi tersebut ke dalam cerita saat wawancara dan pada resume.

    Jangan terjebak pada "hiatus”. Fokuskan pada apa yang telah Anda pelajari yang bisa memberikan keuntungan terhadap atasan dan mengapa pekerjaan ini bisa memunculkan kembali semangat kerja.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Hadiah Juara Piala Dunia Terus Melonjak

    Sejak digelar pada 1982, hadiah uang tunai untuk tim pemenang Piala Dunia terus meningkat. Berikut jumlah duit yang diterima para jawara global ini.